
BANJARBARU – Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Banjarbaru, kini mendidik dan melatih keterampilan ratusan anak putus sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu dari segi ekonomi.
“Kita saat ini memberikan keteramilan kepada anak dan remaja yang putus sekolah dengan harapan mereka akan mampu mandiri,” kata Kepala Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Banjarbaru, Sacik Kartikowati, Rabu (15/4).
Menurut Sacik, untuk tahun 2026 ini jumlah remaja yang mengikuti pelatihan dan keterampilan sebanyak 170 orang sesuai dengan pilihan mereka masing-masing, seperti menjahit, otomotif, barista.
“Dari 170 remaja yang dididik di panti ini, sekitar 50 persen mengikuti magang yakni belajar dan bekerja sesuai dengan keterampilan masing-masing dan setelah itu mereka kembali ke panti,” katanya.
Sementara itu, anak yang mengikuti keterampilan di panti perlindungan dan rehabilitasi tahun 2026 ini sebanyak 100 orang sehingga keseluruhan jumlah peserta didik di panti sebanyak 270 orang.
Setelah mengikuti pendidikan dasar dan praktek keterampilan sesuai pilihan masing-masing selama enam bulan mereka akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing pada 13 kabupaten dan kota se-Kalsel.
Karena peserta yang mengikuti pendidikan dan keterampilan di panti ini, sebut Sacik, merupakan remaja dan anak rujukan dari 13 kabupaten dan kota dan kreteria keluarga kurang mampu, putus sekolah bersedia dalam panti.
Ketika ditanya keberhasilan anak dan remaja yang telah mengikuti keterampilan di panti, Sacik menyebutka dari hasil monitoring di daerah sekitar 80 persen telah mandiri dan bekerja sesuai keahliannya. ani

