Mata Banua Online
Rabu, Maret 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Program Makan Gratis Tak Punya Standarisasi

by Mata Banua
23 Januari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Januari 2025\24 Januari 2025\7\7\sdvdv.jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Pemerintah dinilai ter­lalu terburu-buru dalam me­ng­gelar Program Makan Bergizi Gra­tis (MBG). Faktor keamanan dan kualitas makanan luput dari per­hatian.

Pengamat Pertanian dari Cen­ter of Reform on Economic (Co­re) Indonesia Eliza Mardian me­ng­atakan perencanaan yang ku­rang matang itu tercermin dari ada­nya insiden keracunan pe­ne­ri­ma manfaat saat menyantap MBG.

Berita Lainnya

THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli

THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli

10 Maret 2026
Harga Cabai Rawit Tembus Hingga Rp120 Ribu per Kg

Harga Cabai Rawit Tembus Hingga Rp120 Ribu per Kg

10 Maret 2026

Perlu diketahui, sebanyak 40 siswa SDN Dukuh 03 Sukoharjo diberitakan me­ng­a­la­mi gejala keracunan usai men­yan­tap menu MBG. Para siswa me­ng­alami gejala mual dan pu­sing usai menyantap menu MBG berupa ayam tepung krispi.

“MBG ini nampak pe­ren­canannya kurang baik dn ma­tang, terlihat dari belum adanya stan­darisasi keamanan pangan se­hingga terjadi hal yang kita ta­kut­kan bersama, yaitu ke­ra­cun­an,” kata Eliza.

Eliza juga menilai pedagang pa­sar lokal belum terlibat men­ja­di vendor dari program MBG, serta ada aturan yang mem­be­rat­kan UMKM sehingga tidak bi­sa turut serta dalam program ini.

Dia menyampaikan bahwa pe­laku UMKM merasa keberatan jika pemerintah mensyaratkan UMKM harus membangun da­pur baru. Ini artinya, sambung Eliza, harus menambah modal ya­ng belum tentu akan balik mo­dal kapan, ini mengingat margin da­ri memproduksi makanan ini re­latif kecil.

“Nampak pemerintah dalam men­desain kebijakan itu masih de­ngan cara-cara yang penting ja­lan dulu, meski secara sub­stan­sialnya tidak memenuhi,” ujarnya.

Saat ini, Eliza mengungkap ba­ru ada model dapur central kit­chen alias Satuan Pelayanan Pe­me­nuhan Gizi (SPPG) yang bi­sa memproduksi hingga 3.000 porsi.

Namun, belum m­e­man­fa­at­kan dapur eksisting yang dimiliki UMK, dapur sekolah, atau da­pur milik masyarakat lokal se­tem­pat. Terlebih, saat ini ma­yo­ritas SPPG yang baru ber­ja­lan berada di Pulau Jawa.

Padahal, sambung dia, pro­vinsi yang mencatatkan angka stun­ting cukup tinggi dan pre­va­lensi ketidakcukupan gizi ti­ng­gi berada di Indonesia Timur. “Esensi MBG ini menjadi tidak ter­capai, dorongan me­la­k­sa­na­kan program bukan karena esen­si­nya tetapi lebih ke pemenuhan ja­n­ji kampanye semata,” tuturnya.

Lebih lanjut, Eliza pun men­ya­rakan agar pemerintah meniru China yang memfokuskan pe­ne­rima makan siang bergizi di wi­layah perdesaan dan ping­giran.

Adapun jika menengok prog­ram ini di India, negara itu mem­prioritaskan untuk penerima ma­naat di sekolah negeri. “Pemerintah seharusnya lebih rea­listis dengan menentukan pe­ne­rimanya yang betul-betul pa­ling membutuhkan, harus tar­ge­ted dalam menentukan sekolah mana dan daerah mana,” ucap­nya. Sama halnya dengan pen­e­ri­ma ibu hamil dan balita yang di­­nilai perlu diprioritaskan di da­­e­rah yang secara statistik jus­ti­fi­kasinya bisa diterima secara il­miah.

Alhasil, dia pun mem­per­tan­ya­kan kualitas makanan dari prog­ram ini. “Untuk apa pe­ne­ri­ma­nya sangat banyak namun kualitas makanan tidak baik dan makin memberatkan APBN,” kata dia.

Di samping itu, Eliza juga men­yarankan pemerintah me­man­faatkan dapur eksisting, se­perti dapur UMKM, dapur se­ko­lah, atau dapur milik tokoh mas­yarkat. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper