
TANJUNG – Sebanyak 20 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Tabalong melakukan kunjungan lapangan ke lokasi tambang PT Adaro Indonesia untuk lebih mengenal dari dekat aktivitas penambangan batu bara.
Kunjungan ini di awali dengan tur ke PIT Wara, area tambang milik Adaro yang memperlihatkan kegiatan penambangan batubara.
“Kunjungan ini kesempatan kami melihat langsung aktivitas pertambangan hingga etika bisnisnya,” ucap salah satu mahasiswa STIA Tabalong Lisa Febri Hardianty, Minggu (1/12).
Mahasiswa jurusan administrasi bisnis ini sangat antusias dengan kegiatan lapangan ini, dan menjadi peluang emas untuk mempelajari lebih dalam tentang konsep yang ia pelajari di bangku kuliah, seperti manajemen operasi bisnis tambang.
Sebelumnya, ia membayangkan kawasan tambang batu bara itu hanya berupa tanah gersang yang panas. “Sampai di area kantor Adaro banyak pohon dan suasana terasa adem,” ujarnya.
Lisa dan rekan-rekannya diperkenalkan dengan proses penambangan yang memperhatikan aspek keberlanjutan, mulai dari reklamasi tanah bekas tambang hingga pengelolaan limbah.
“Di sini saya melihat perusahaan tidak hanya fokus pada eksplorasi dan produksi, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan,” katanya.
Sementara, perwakilan PT Adaro Indonesia Irvan Syarif menjelaskan, manajemen operasi bisnis di Adaro berfokus pada pengelolaan operasional tambang yang efisien dan berkelanjutan.
“Manajemen operasi bisnis kami lebih kepada operasional penambangan yang memastikan proses berjalan dengan baik dan tidak merusak lingkungan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, etika bisnis Adaro juga mencakup studi kelayakan teknis, ekonomis, serta dampak sosial dan lingkungan yang perlu diperhatikan.
Sejumlah mahasiswa cukup berkesan dengan kegiatan lapang ini khususnya saat meninjau area nursery, tempat pembibitan tanaman yang akan di tanam kembali di area reklamasi.
Di area ini, mereka mendapat wawasan terkait cara pembibitan tanaman yang nantinya akan di tanam di area bekas tambang.
Selain itu, mahasiswa lainnya, Althof Fadhiel juga banyak belajar tentang cara perusahaan melakukan eksplorasi sebelum memulai penambangan, serta reklamasi dilakukan setelah tambang beroperasi.
“Saya jadi tahu Adaro mengembalikan tanah bekas tambang dengan di tanami dan di kelola lagi hingga akhirnya bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” pungkasnya. ant

