Mata Banua Online
Jumat, April 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kaya Hati dan Kebahagiaan Hidup

by Mata Banua
4 Juni 2024
in Opini
0
D:\2024\Juni 2024\5 Juni 2024\8\8\Muhammad Aufal Fresky.jpg
Muhammad Aufal Fresky (Kolumnis asal Pamekasan, Madura)

 

Manusia hidup di dunia sejatinya untuk mengabdi kepada Allah SWT. Dunia merupakan ladang terbaik untuk menanam benih-benih kebaikan. Benih kebaikan yang nantinya bisa dipetik hasilnya di hari akhirat. Tapi kadang sebagai manusia biasa kita lupa bahkan lalai dalam menghadapi gemerlap kehidupan. Kita berjalan di atas muka bumi seolah-olah tidak akan menemui yang namanya ajal. Padahal hidup kita dibatasi oleh waktu. Masing-masing dari kita akan menjumpai kematian. Sebagian dari kita terlena dengan warna-warni dunia yang menipu. Sebagian dari kita berlomba-lomba mengumpulkan pundi-pundi kekayaan, namun di sisi lain mengabaikan menuju alam keabadian.

Berita Lainnya

“War Tiket Haji: Ibadah Haji Bukan Komoditi”

“War Tiket Haji: Ibadah Haji Bukan Komoditi”

23 April 2026
Normalisasi Kejahatan Seksual, Alarm Bencana Sosial: Butuh Solusi Alternatif yang Komprehensif

Normalisasi Kejahatan Seksual, Alarm Bencana Sosial: Butuh Solusi Alternatif yang Komprehensif

23 April 2026

Jangan sampai tertipu dengan hal-hal yang nisbi dan tidak akan dibawa mati. Jadilah manusia yang cerdas yaitu manusia yang senantiasa mempersiapkan diri menuju kematian. Karena sejatinya manusia yang cerdas bukanlah manusia yang bisa mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dan materi duniawi lainnya, namun mereka yang bisa memanfaatkan seluruh waktu, harta, tenaga, dan pikirannya untuk kebaikan sebagai bekal menuju akhirat. Kesuksesan seseorang bukan dinilai dari kendaraan mewah, rumah mewah, atau perhiasan mewah yang dimiliki. Karena banyak orang yang sukses secara duniawi namun di sisi lain batinnya menderita. Jiwanya kering dan hatinya gelisah. Uang dan materi yang dimiliki tidaklah berbanding lurus dengan kebahagiaan. Karena di luar sana juga banyak orang yang bisa dikategorikan miskin, namun di sisi lain batinnya tentram dan hatinya damai. Jadi kekayaan duniawi sebatas sarana yang memungkinkan seseorang memperoleh kebahagiaan jiwa. Tergantung bagaimana mengelola harta yang dimilikinya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.”(HR. Bukhari dan Muslim). Sementara itu, dalam riwayat Ibnu Hibban, Rasulullah SAW memberi nasihat berharga kepada Sahabat Abu Dzar RA: “Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya (ghani)?”

“Betul,” jawab Abu Dzar. Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?” Kemudian Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa,”Betul.” Lantas Beliau pun bersabda, “Sesungguhnya yang namanya kaya adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas)” (HR. Ibnu Hibban).

Sebenarnya kebutuhan manusia dalam hidup ini sedikit. Hanya saja keinginan manusia yang sangat banyak bahkaan melampaui batas kemampuannya sendiri. Hal itu berawal dari nafsu yang tidak terkendalikan. Kita menjadi makhluk yang tamak dan rakus terhadap dunia. Padahal sikap tersebut menjadi awal mula kita terjebak pada kenikmatan duniawi yang semu. Penting kiranya kita membatasi diri untuk tidak berlebihan dalam menjalani hidup. Hidup secara wajar dan sederhana. Bukan berarti dilarang menjadi orang kaya. Maksudnya, hidup kita tidak dikendalikan oleh materi. Kitalah yang mengendalikan materi. Sehingga ketika menjadi orang kaya tetap istikamah bersedekah, sholat berjemaah, dan ibadah lainnya. Harta tidak dijadikan tujuan hidup. Tetapi dijadikan penunjang untuk memperoleh keridhaan Allah SWT.

Mengutip tulisan Drs. KH. Syafruddin Syarif dalam Majalah AULA edisi Desember 2017 (hal. 75), dijelaskan bahwa Ibnu Hajar al-Asqalani menerangkan pula, “Orang yang disifati dengan ‘kaya hati’ adalah orang yang selalu qana`ah (merasa puas) dengan rezeki yang Allah karuniakan. Ia tidak begitu tamak untuk menambahnya tanpa kebutuhan. Ia pun tidak sepeti orang yang tidak pernah letih untuk mencarinya. Ia tidak meminta-minta dengan bersumpah untuk menambah hartanya. Bahkan yang terjadi padanya ialah ia selalu ridha dengan pembagian Allah yang Maha Adil padanya. Orang inilah yang seakan-akan kaya selamanya.

Sedangkan orang yang disifati dengan miskin hati adalah kebalikan dari orang pertama tadi. Orang seperti ini tidak pernah qana‘ah (merasa puas) terhadap apa yang diberikan. Ia terus berusaha menambah dengan cara apa pun (entah cara halal maupun haram). Jika ia tidak menggapai apa yang dicari, ia pun merasa sedih. Dialah seakan-akan orang yang fakir, miskin harta karena tidak pernah puas dengan apa yang telah diberi. Orang inilah yang tidak kaya pada hakikatnya.

Selaku penulis, saya berpandangan bahwa sejatinya orang yang ‘kaya hati‘ yaitu orang yang selalu menerima dengan lapang dada segala yang diberikan dan ditentukan Allah kepada orang tersebut. Tidak iri ataupun dengki dengan kenikmatan duniawi yang diperoleh orang lain karena merasa semua ada bagiannya. Dengan begitu, hati kita menjadi tentram dan damai. Seperti yang disampaikan para ulama: “Kaya hati adalah merasa cukup pada segala yang engkau butuh. Jika lebih dari itu dan terus engkau cari, maka itu berarti bukanlah ghina (‘kaya hati’), namun malah fakir (miskin hatinya)” (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, 11/272, Darul Ma‘rifah).

 

Tags: Kebahagiaan Hidup. Muhammad Aufal Fresky. Kolumnis asal PamekasanMadura.
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper