Mata Banua Online
Jumat, April 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Apakah Mahasiswa Berperan Penting Dalam Sistem Demokrasi di Indonesia Saat Ini?

by Mata Banua
22 April 2024
in Opini
0
D:\2024\April 2024\23 April 2024\8\8\Isnayni Sunu Alifah.jpg
Isnayni Sunu Alifah (Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

)

Indonesia dipuji sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Mempunyai idiologi Pancasila yang melembaga. Menjadi sebuah karakter dan falsafah hidup bangsa. Demokrasi diartikan sebagai bentuk pemerintahan di mana semua warganya memiliki hak mengambil keputusan yang dibatasi oleh aturan hukum yang ada.

Berita Lainnya

“War Tiket Haji: Ibadah Haji Bukan Komoditi”

“War Tiket Haji: Ibadah Haji Bukan Komoditi”

23 April 2026
Normalisasi Kejahatan Seksual, Alarm Bencana Sosial: Butuh Solusi Alternatif yang Komprehensif

Normalisasi Kejahatan Seksual, Alarm Bencana Sosial: Butuh Solusi Alternatif yang Komprehensif

23 April 2026

Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan yang menempatkan kekuasaan pada rakyat telah menjadi pedoman utama pembangunan masyarakat yang adil dan merdeka. Demokrasi dipercaya oleh 82% masyarakat Indonesia sebagai sistem pemerintahan terbaik dalam kebebasan berpendapat yang dijamin UU Pasal 28 UUD 1945, penegakan hukum, serta pemilihan umum. Akan tetapi, demokrasi yang ada di Indonesia tidak selalu berjalan mulus, dua dekade setelah pemilihan penting pada tahun 1999, demokrasi di negeri ini dinilai mengalami kemunduran. Kemunduran sistem demokrasi di Indonesia bisa dilihat dengan maraknya pembungkaman nalar kritis pemuda, mahasiswa dan masyarakat, serta money politic yang sulit dihilangkan.

Seiring berjalanya waktu sampai saat ini banyak kejadian yang membuat kita merenung dan bertanya benarkah kita hidup dalam negara yang menganut sistem demokrasi?

Kemunduran demokrasi Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi kaum pemuda khususnya kaum mahasiswa. Aksi penolakan mahasiswa mulai dari kasus korupsi, pemilu yang diiringi kontroversi menjadi sangat penting bahkan mahasiswa semakin menjadi garda terdepan memperjuangkan, memelihara, bahkan menyelamatkan demokrasi. Lalu apa peran penting yang seharusnya mahasiswa lakukan guna dapat menyelamatkan demokrasi?

Dalam menyelamatkan demokrasi saat ini, mahasiswa harus selalu sadar terhadap tanggung jawab yang diemban, diantaranya mahasiswa sebagai agen of change dan juga agen of control. Sebagai agen of change mahasiswa diharapkan mampu mengubah hal yang dapat menghambat perkembangan sistem demokrasi seperti money politic disaat pemilu. Seorang mahasiswa harus mampu mengubah stigma yang ada dalam masyarakat juga diri sendiri bahwasanya money politic adalah suatu perbuatan tercela yang tidak baik. Mahasiswa harus mampu membuat stigma baru yang mengarah pada demokrasi, hal tersebut bisa dilakukan dengan stigma bahwa masyarakat harus memilih pemimpin berdasarkan visi-misi dan prestasi calon pemimpin.

Stigma baru pada masyarakat bisa dilakukan dengan cara memberikan pemahaman literasi terhadap demokrasi seperti mengadakan dialog publik di kalurahan, balai desa, dan sebagainya. Lebih lanjut lagi, mensosialisasikan mengenai money politic kepada masyarakat luas tidak hanya dilakukan di saat menjelang pemilu, tidak ada salahnya mensosialisasikan bahaya money politic bila tidak ada pelaksanaan pemilihan. Mahasiswa harus saling bahu-membahu untuk melakukan aksi tersebut. Mahasiswa dapat menjalankan perannya sebagai agen of change dan membawa masyarakat pada tatanan sistem demokrasi yang lebih adil.

Sebagai agen of control mahasiswa diharapkan bisa mengontrol berbagai kebijakan pemerintah. Cara mengontrol ini bisa dilakukan dengan memberikan masukan seperti saran ataupun kritikan melalui tulisan di media sosial. Terlebih di era sekarang semakin canggih teknologinya. Keuntungan pengggunaan teknologi di media sosial harus selalu dimanfaatkan semaksimal mungkin, mahasiswa harus betul-betul memanfaatkannya dengan bijak demi kemaslahatan masyarakat Indonesia.

Mahasiswa juga bisa melakukan aksi demonstrasi kepada pemerintah di saat sistem demokrasi bermasalah. Akan tetapi, mahasiswa sering menghadapi masalah ketika memberikan aspirasi, yaitu seringnya pemerintah yang cenderung labil, bersikap baperan, serta kurang berfikir kritis dalam menyikapi aksi yang dilakukan mahasiswa dalam upaya mengembangkan demokrasi di Indonesia melalui penyampaian asprasi.

Peran mahasiswa dalam pelaksanaan sistem demokrasi sangat dibutuhkan, khususnya meminimalisir rendahnya partisipassi politik, money politik, dan kebebasan berpendapat. Mahasiswa tidak seharusnya berpangku tangan dan berprasah diri kepada pemerintah, mahasiswa perlu melakukan perubahan perilaku dikarenakan mahasiswa merupakan kaum intelektual muda yang memiliki pemikiran kritis terhadap masalah-masalah politik yang sedang terjadi di Indonesia saat ini. Mahasiswa sebagai agen of change dan agen of control sekaligus bagian dari fondasi bangsa memiliki peranan dalam sistem demokrasi di Indonesia saat ini.

 

Tags: Isnayni Sunu AlifahSistem Demokrasi
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper