
BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sholat hajat dan doa bersama, Senin (12/2) malam untuk kesuksesan dan kelancaran Pemilu 2024 yang dilakukan serentak pada Rabu (14/2).
Sholat hajat dan doa dipimpin, KH Abdul Hafidz Anshari (Ketua KPU RI periode 2007-2012) sekaligus menyampaikan tausiah dihadapan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dian Nur, Komisioner KPU dan jajarannya, Bawaslu dan unsur forkopimda.
Harapan Gubernur Kalsel Paman Birin tersebut tertuang dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli, Agus Dian Nur melalui shalat hajat dan doa bersama ini Allah SWT mengabulkan doa semua dan Pemilu di tahun 2024 ini dapat terselenggara dengan sukses, tertib, lancar aman dan damai.
Paman Birin juga mendoakan semoga Banua ini dan Indonesia pada umumnya terhindar dari perpecahan dan permusuhan, karena berbeda pilihan.
Persatuan dan kesatuan tetap teguh, karena Pemilu ini bukan tujuan, tetapi jalan dan ikhtiar untuk meraih keberkahan dan kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tak lupa, Paman Birin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri dan semua pihak yang partisipasi dalam ikut serta menyukseskan tahapan Pemilu 2024.
Hasil Pemilu, ujar Paman Birin, akan menentukan siapa yang memimpin negeri ini dan menjadi wakil rakyat. Satu atau dua putaran dalam pemilihan presiden dan wakil presiden, biarkan berlangsung secara adil dan jujur sesuai prosesnya.
Ketua KPU Provinsi Kalsel, Andi Tenri Sompa diawal acara mengatakan, shalat hajat dan doa ini dilakukan pertama untuk mempererat silaturahmi jajarannya dengan semua elemen masyarakat, khususnya Pemerintah Provinsi, DPRD, Kepolisian Daerah dan TNI, Bawaslu, Kejaksaan dan lainnya.
Kemudian, memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Pemilu serentak pada tanggal 14 Pebruari ini hingga pada pengukuhan presiden dan wakil presiden terpilih dan pelantikan DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.
Sementara, KH Abdul Hafidz Anshari dalam tausiyahnya antara lain mengingatkan jajaran KPU untuk bekerja dengan niat, karena Allah SWT. Dengan demikian, semua yang dilakukan Insya Allah akan menjadi nilai ibadah.
Menurut Hafiz, hal yang tidak kalah penting hendaknya selalu bertindak jujur dan tidak memihak kepada salah satu partai atau kontestan Pemilu.
Kalau pun nantinya akan mendapatkan protes, hujatan dan sebagainya dari pihak tertentu, hal itu, ungkap Hafiz Anshari, adalah hal yang wajar atau lumrah. sal/adpim/ani

