PARINGIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, terus berupaya menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional yang mulai mengalami penurunan jumlah pengunjung, akibat perubahan pola belanja masyarakat dan maraknya transaksi secara daring (online).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggencarkan program Belanja Cil (Bela Pedagang Kecil), sebuah gerakan yang mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non-ASN di lingkungan Pemkab Balangan untuk berbelanja langsung di pasar-pasar tradisional setempat.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat, membantu mendongkrak omzet pedagang kecil, sekaligus menjaga perputaran uang agar tetap berada di wilayah Kabupaten Balangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan, Hj. Herlina, mengatakan program Belanja Cil merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha para pedagang lokal.

Menurutnya, keterlibatan para pegawai pemerintah dalam berbelanja di pasar tradisional diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para pelaku usaha, terutama pedagang kecil yang saat ini menghadapi persaingan dengan perdagangan berbasis online.

“Belanja Cil ini adalah program dari pemerintah daerah untuk memajukan dan menambah semangat kawan-kawan pelaku usaha di pasar-pasar Kabupaten Balangan. Harapannya roda ekonomi bisa berputar dengan kehadiran para pegawai,” ujar Herlina, kemarin.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin setiap bulan dengan sistem pelaporan secara berjenjang. Meski demikian, pemerintah tidak menetapkan batasan nominal belanja bagi para pegawai karena disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Herlina juga menyampaikan, pesan Bupati Balangan agar para pegawai, termasuk yang berasal dari luar daerah, dapat memanfaatkan pasar lokal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.”Harapan Bapak Bupati, walaupun ada pegawai yang berasal dari luar Balangan, uangnya tetap dibelanjakan di pasar kita, sehingga perputaran uangnya tetap berada di wilayah Balangan,” tambahnya.

Dampak positif program tersebut mulai dirasakan oleh sejumlah pedagang di Pasar Paringin. Salah satunya Wahyudin, pedagang sekaligus penyedia jasa servis dan material elektronik, yang mengaku mengalami peningkatan aktivitas pembeli sejak program Belanja Cil mulai dilaksanakan.

Ia menyebutkan, kehadiran para pegawai yang berbelanja langsung ke pasar turut memberikan peluang tambahan bagi pedagang untuk meningkatkan pendapatan, meskipun nilai transaksi setiap pembeli bervariasi.”Alhamdulillah omzet lumayan meningkat. Biasanya pasar sangat sepi, tapi dengan adanya pegawai yang diarahkan belanja ke pasar, ada saja yang mampir mencari material kabel, lampu, atau sekadar servis ringan. Transaksi dari pegawai bervariasi, ada yang Rp50 ribu, Rp100 ribu, sampai Rp150 ribu di tempat saya,” ungkap Wahyudin.

Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan yang sangat berarti bagi pedagang kecil, khususnya di tengah persaingan usaha dengan toko online yang semakin berkembang.

Ia berharap, gerakan Belanja Cil tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap bulan sehingga memberikan dampak berkelanjutan terhadap aktivitas ekonomi pasar tradisional.”Kami sangat terbantu di tengah persaingan dengan toko online. Harapannya kegiatan ini terus berlanjut setiap bulan agar pasar tradisional tetap hidup,” pungkasnya.

Melalui program Belanja Cil, Pemkab Balangan berharap tumbuh kesadaran bersama untuk mencintai dan mendukung produk serta usaha lokal. Dengan keterlibatan pemerintah dan masyarakat, pasar tradisional diharapkan kembali ramai, pedagang semakin berdaya, dan perekonomian daerah terus bergerak.{[ida/mb03]}