BANJARMASIN – Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Ditlantas Polda Kalsel) memberikan pelatihan safety riding atau berkendara dengan aman kepada 100 pengemudi ojek online (ojol) dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya sebagai implementasi polisi bersama masyarakat.
“Kami harapkan para pengemudi ojol bisa menjadi agen perubahan dan teladan berkendara di tengah masyarakat,” kata Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar di Banjarbaru, Senin.
Menurut Wakapolda, pelatihan ini mencakup tiga aspek penting dalam berlaku lintas yang perlu dikuasai setiap pengendara termasuk pengemudi ojol.
Pertama keselamatan berkendara, kedua tindakan awal pertolongan kecelakaan, ketiga pertolongan korban kecelakaan.
Dia berharap ketiga aspek ini bisa betul-betul dikuasai pengemudi ojol yang setiap harinya beraktivitas di jalan raya.
“Saya mewakili bapak kapolda menyampaikan apresiasi atas inisiasi dirlantas menggelar kegiatan ini yang sekaligus sebagai implementasi semangat polisi bersama masyarakat yang digaungkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto,” ucap Wakapolda.
Sementara Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Fahri Siregar mengatakan kegiatan tersebut menjadi pelatihan berkelanjutan yang dilaksanakan Safety Driving Center (SDC) Ditlantas Polda Kalsel bekerja sama dengan Jasa Raharja dan unsur keselamatan lainnya.
Dia menekankan agar peserta bisa mengikuti pelatihan dengan serius sebagai bekal berkendara di jalan raya sekaligus bersikap ketika menemukan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Setiap tindakan pertama di lapangan menjadi faktor kunci menyelamatkan korban dari fatalitas, makanya di sini peserta kita berikan pelatihan paket lengkap dalam rangkaian safety riding,” katanya.
Menurut Dirlantas, setiap pengemudi ojol seyogianya memahami tindakan awal yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan.
Di antaranya memastikan keamanan lokasi, menghubungi layanan darurat, dan memberikan pertolongan pertama dasar sesuai kondisi korban.
Kemudian Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) juga perlu dikuasai agar tindakan yang diberikan tidak salah yang bisa berakibat kondisi korban justru lebih buruk.
“Baik pengetahuan secara teori maupun praktik di lapangan semua kita ujikan kepada peserta agar benar-benar menguasai,” tegasnya.
Aryo selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Ojol Nusantara wilayah Kalimantan Selatan menyampaikan terima kasih atas kesempatan pelatihan yang diberikan oleh Ditlantas Polda Kalsel.
“Semua anggota kami yang berjumlah 400 orang sangat antusias nanti kita ikutkan secara bergiliran di pelatihan ini,” ucapnya. ant
