BANJARMASIN – Kabar baik bagi warga Basirih. Jalan Simpang Sungai Jelai yang selama ini jadi keluhan karena becek dan terendam pasang, akan segera diperbaiki.
Dinas PUPR Kota Banjarmasin memastikan proyek tersebut tancap gas bulan Oktoberi ini.
“Mudah-mudahan bulan ini sudah berkontrak,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, Senin (19/10).
Jalan yang dimaksud berada di Kelurahan Basirih, Banjarmasin Selatan. Selama ini, jalan itu dikenal sebagai akses menuju SDN Basirih 10, namun kondisinya memprihatinkan. Berada di bantaran sungai, jalan sering terendam saat air pasang surut.
Tak heran, perbaikan jalan ini masuk prioritas Walikota tahun ini. Bedanya dengan proyek Pemprov Kalsel sebelumnya yang membangun titian beton, kali ini PUPR membangun badan jalan baru yang digeser ke samping. Sisi jalan juga akan dipasangi dinding penahan yang lebih kokoh agar tidak mudah tergerus air.
“Desainnya hanya sebadan jalan, sepanjang itu dipindah ke samping,” jelas Chandra.
Karena mengejar waktu, pengerjaan tahap awal difokuskan pada pembentukan badan jalan dulu sepanjang 600 meter. Pematangannya baru dilanjutkan tahun 2027.
Anggarannya pun swakelola, sekitar Rp400 juta. Pengerjaan akan melibatkan alat berat milik PUPR dan berkolaborasi dengan TNI.
Chandra menargetkan, satu hingga dua bulan ke depan, pengerjaan sudah terlihat di lapangan. “Targetnya satu dua bulan ini sudah mulai,” katanya.
Jika tuntas, jalan ini tidak hanya memudahkan akses ke sekolah, tapi juga akan tembus hingga Jalan Kuin Kecil. Dua kawasan yang selama ini terpisah, akan terhubung.
Bagi warga sekitar, ini bukan sekadar proyek jalan. Ini soal akses yang layak, yang selama ini becek, licin, dan sulit dilalui, terutama saat air sungai pasang. via
