What's Hot

Lampaui Target Kemenpora

Jakarta – Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan emas kelima bagi Indonesia di Asian Games 2026 setelah mengalahkan pemanah Filipina pada nomor compound women’s individual.

Pada end pertama Nurisa Dian Ashrifah dan Amaya Amparo mengumpulkan poin sama dengan skor 28.

Memasuki end kedua embusan angin kencang membuat anak panah yang meluncur dari busur Nurisa dan Amaya sama-sama tak menyasar sasaran paling tengah.

Nurisa sempat tertinggal dan kemudian bisa memastikan keunggulan 28-27 pada end kedua.

Pada end ketiga, Nurisa kembali sempat tertinggal pada bidikan awal. Tak terpengaruh dengan akurasi Amaya Amparo, Nurisa bisa menyamakan kedudukan menjadi 29-29.

Secara total hingga end ketiga poin Nurisa lebih tinggi dibanding Amaya. Pada end keempat, ada bidikan Nurisa yang sedikit melenceng sehingga menyasar ke angka 8.

Amaya unggul 27-26 pada end keempat dan skor total menjadi 110-110.

Penentuan terjadi pada end kelima atau end terakhir. Anak panah pertama Nurisa dan Amaya sama-sama menusuk angka 9.

Kemudian pada bidikan kedua, Nurisa sukses menempatkan anak panah tepat di tengah dan meraih poin 10. Sementara Amaya hanya meraih poin 9.

Pada bidikan terakhir Nurisa kembali membukukan poin 10 dan Amaya lagi-lagi meraih poin 9.

Dengan demikian Nurisa unggul 29-27 pada end terakhir. Secara keseluruhan Nurisa menang 139-137.

Emas di nomor ini pun menjadi milik Indonesia.

Ini menjadi emas kelima bagi Indonesia setelah dua keping dari badminton, satu dari angkat besi, dan satu dari panjat tebing. Emas dari cabang olahraga panahan nomor compound individual putri persembahan Nurisa Dian Ashrifah memastikan kontingen Indonesia melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Asian Games 2026.

Sebelum Asian Games 2026 berlangsung, Menpora Erick Thohir menyatakan empat emas adalah target realistis bagi kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya.

Target empat emas itu menurun dibanding capaian tujuh emas yang diraih di Asian Games 2022. Erick menilai ada sejumlah nomor andalan yang tidak dipertandingkan sehingga mempengaruhi target.

“Ya tentu biasa, politik olahraga. Ada beberapa nomor yang hilang seperti dragonboat itu ada dua hilang, ada juga dari menembak yang memang tidak dipertandingkan lagi,” jelasnya.

“Nah, realitas kalau melihat kondisi hari ini, ya kita 4 emas itu menjadi target hari ini. Dari cabang-cabang yang mungkin kita semua paham lah, tidak berbeda dengan Olimpiade, yaitu seperti bulutangkis, panjat tebing, dan tentu angkat besi,” kata Erick.

Target itu ternyata bisa dilewati atlet-atlet Indonesia. Cabang olahraga andalan seperti yang dikatakan Erick benar menyumbang medali.

Ada emas dari tim bulu tangkis beregu putra dan pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, keping berkilau dari Rahmat Erwin Abdullah di cabang olahraga angkat besi, dan medali penuh gengsi milik Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Sehari setelah target terpenuhi melalui tiga cabang olahraga andalan itu, kabar gembira hadir dari arena panahan.

Kamis (1/10) pagi waktu Indonesia, bidikan-bidikan akurat Nurisa Dian Ashrifah berujung medali emas.

Nurisa tak hanya membuat Indonesia melewati target medali emas. Atlet 20 tahun itu juga mencatatkan torehan spesial sebagai peraih emas pertama Indonesia di cabang olahraga panahan pada Asian Games.

Setelah Nurisa mempersembahkan emas, masih ada sederet atlet yang akan tampil dalam laga perebutan medali sehingga Indonesia masih punya kans menambah pundi-pundi emas dan menanjak naik di klasemen perolehan medali Asian Games 2026. web/ ant