What's Hot

BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK bersama Wakil ketua, H Kartoyo, mengapresiasi aksi damai bertajuk Kalsel Lumpuh yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel di Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Rabu (30/9) sore.

Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai kampus se-Kalsel ini berjalan tertib, damai dan lancar meski sempat diguyur hujan deras.

Ditemui terpisah, Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK yang hadir langsung menemui massa aksi bersama unsur pimpinan menegaskan, DPRD Kalsel menghormati kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.

“Saya mengapresiasi adik-adik mahasiswa. Di tengah hujan, tetap tertib, tetap damai menyampaikan aspiras dengan tertib. Ini ciri khas mahasiswa Banua yang kritis tapi beretika. Kami di DPRD sangat menghargai itu,” ujar Supian HK di hadapan massa aksi.

Dalam aksi itu, BEM se-Kalsel yang dikoordinir M Arifin (Korwil BEM SI) menyampaikan 12 poin tuntutan utama terkait penanganan Karhutla dan kabut asap, krisis kelistrikan PLN, pengawasan BBM bersubsidi oleh Pertamina hingga krisis air bersih PDAM Bandarmasih.

Beberapa poin tuntutan yang disampaikan massa aksi antara lain mendesak penetapan status bencana nasional untuk karhutla di Kalimantan, meminta Pemprov Kalsel mengambil langkah konkret penanganan karhutla.

Kemudian, menuntut kompensasi 50 persen bagi pelanggan PLN yang terdampak pemadaman bergilir serta pengawasan ketat terhadap SPBU yang menyelewengkan BBM bersubsidi.

Ketua DPRD Kalsel menegaskan, semua tuntutan tersebut telah diterima dan akan menjadi perhatian serius DPRD Kalsel.

“Tuntutan adik-adik ini adalah suara rakyat. Soal kabut asap, soal listrik padam, soal BBM, soal air, ini yang memang kita rasakan bersama. DPRD Kalsel siap apabila diperlukan untuk menjadi jembatan antara mahasiswa, eksekutif, dan instansi terkait seperti PLN, Pertamina, dan PDAM,” tegas Supian HK.

Supian juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Kalsel dan jajaran pengamanan yang telah mengawal aksi hingga selesai dengan preventif dan humanis serta kepada mahasiswa yang melakukan aksi dengan tertib. rds/ani