Jakarta – Atlet kano slalom Indonesia Krisna Septiana memastikan tempat pada final nomor kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski menempati peringkat ke-15 pada semifinal di Yahagigawa Canoe Slalom Course, Rabu.

Krisna mencatat total waktu 210,76 detik setelah menyelesaikan lintasan dalam 152,76 detik dan mendapat tambahan penalti 58 detik. Dalam hasil resmi pertandingan, atlet Indonesia tercantum berstatus Q (qualified) atau lolos ke final.

Kelolosan ke final tidak semata-mata ditentukan berdasarkan posisi keseluruhan pada semifinal. Berdasarkan hasil pertandingan, tiket final diberikan kepada wakil terbaik dari setiap Komite Olimpiade Nasional (NOC).

Hal tersebut terlihat dari Jepang yang menempatkan Yuuki Tanaka di posisi pertama dan Kazuya Adachi di urutan ketiga, tetapi hanya Tanaka yang mendapat status lolos. China juga hanya meloloskan Hu Zhaoshan yang berada di posisi kedua, sementara Quan Xin di peringkat keempat tidak lolos.

Pola serupa terlihat pada Kazakhstan, Thailand, India, dan Korea Selatan yang masing-masing memiliki lebih dari satu atlet pada semifinal, tetapi hanya wakil dengan posisi terbaik yang memperoleh tiket final. Dengan demikian, Krisna tetap lolos sebagai wakil Indonesia meski berada di urutan ke-15.

Lembar hasil resmi mencantumkan sistem kelolosan sebanyak 11 wakil menuju final. Namun, atlet Mongolia Odjargal Batsukh tidak memulai perlombaan (DNS) sehingga hanya 10 atlet yang berstatus lolos.

Tanaka menjadi yang tercepat pada semifinal dengan total waktu 91,71 detik setelah menyelesaikan lintasan dalam waktu 89,71 detik dan mendapat penalti dua detik.

Hu berada di posisi kedua dengan 92,41 detik tanpa penalti, sedangkan Adachi mencatat 94,08 detik di urutan ketiga tetapi tidak melaju karena Tanaka menjadi wakil Jepang dengan hasil yang lebih baik.

Dalam kano slalom, hasil akhir merupakan gabungan waktu tempuh dan penalti. Menurut aturan ICF, menyentuh gerbang dikenai tambahan dua detik, sedangkan gagal melewati gerbang dengan benar dikenai penalti 50 detik. ant