Fajar/Fikri Kalah, dan Alwi Kalah
Jakarta – Dua pasangan Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, sama-sama membuat kejutan dengan mengalahkan pasangan peringkat satu dunia pada semifinal bulu tangkis Asian Games 2026, Senin (28/9).
Secara peringkat, kedua pasangan Indonesia ini tidak diunggulkan karena lawannya adalah nomor satu dunia, Amri/Nita saat ini bertengger di posisi ke-15 dunia, sedangkan Leo/Daniel berada di peringkat ke-58 dunia.
Amri/Nita menjadi pasangan Indonesia pertama yang memastikan tiket final setelah menundukkan ganda campuran China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dengan skor 21-12, 21-14 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium.
Feng/Huang yang berstatus pasangan nomor satu dunia tidak mampu mengimbangi permainan Amri/Nita yang langsung unggul 11-6 pada interval gim pertama sebelum pasangan Indonesia menutup gim dengan skor 21-12.
Memasuki gim kedua, pertandingan sempat berlangsung lebih ketat setelah Feng/Huang unggul 3-1, tetapi Amri/Nita mampu membalikkan keadaan dan kembali memimpin hingga akhirnya menang 21-14 untuk mengamankan tiket ke partai puncak.
Tidak lama berselang, kejutan serupa dibuat Leo/Daniel yang menghadapi ganda putra Korea Selatan, Kim Won Ho/ Seo Seung Jae, pasangan yang menempati posisi nomor satu dunia di sektor tersebut.
Leo/Daniel tampil dominan sejak awal dan menang dua gim langsung 21-11 dan 21-14 setelah terus memegang kendali atas permainan Kim/Seo hingga akhir pertandingan.
Hasil tersebut membuat Amri/Nita dan Leo/Daniel sama-sama melaju ke final Asian Games setelah menyingkirkan pasangan yang menduduki peringkat teratas dunia di sektor masing masing.
Situasi ini sekaligus pula memastikan sedikitnya dua medali perak untuk Indonesia dari nomor ganda campuran dan ganda putra.
Bagi Amri/Nita, kemenangan tersebut terasa spesial karena pasangan asal China tersebut sebelumnya mengalahkan mereka pada semifinal Kejuaraan Dunia 2026.
Sementara itu, Leo/Daniel akan menghadapi Liang Weikeng/Wang Chang dalam perebutan medali emas ganda putra Asian Games 2026.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menelan kekalahan sehingga All Indonesian Final melawan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin gagal tercipta di sektor ganda putra badminton Asian Games 2026.
Fajar/Fikri takluk 17-21, 21-14, 9-21 dari Liang Weikeng/Wang Chang pada babak semifinal ganda putra Asian Games 2026 di Ichinomiya Municipal Gymnasium, Aichi, Senin (28/9) siang WIB.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal gim pertama. Skor pertandingan Fajar/Fikri vs Liang/Wang imbang dalam kedudukan 4-4 dan 8-8.
Setelah itu, Liang/Wang merebut tiga poin beruntun untuk unggul 11-8 saat interval gim pertama.
Fajar/Fikri berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan. Dua poin diraih untuk memperkecil skor menjadi 10-12.
Jarak Fajar/Fikri dengan Liang/Wang melebar jadi lima poin mendekati akhir gim pertama. Fajar/Fikri tertinggal 12-17.
Liang/Wang bahkan bisa unggul tujuh poin dengan skor 20-13. Fajar/Fikri sempat merebut empat poin beruntun sehingga skor berubah menjadi 17-20.
Namun, upaya untuk terus mengejar tidak membuahkan hasil karena Liang/Wang mengamankan satu poin berikutnya untuk menutup gim pertama dengan skor 21-17.
Fajar/Fikri bisa unggul cepat 5-1 atas Liang/Wang di awal gim kedua. Jarak empat poin terjaga dengan Fajar/Fikri unggul 8-4.
Liang/Wang sempat memperkecil skor menjadi 7-9. Akan tetapi, Fajar/Fikri bisa mencapai interval dengan skor 11-7.
Jarak poin Fajar/Fikri dengan Liang/Wang menipis usai interval. Ini setelah Liang/Wang merebut tiga poin beruntun yang membuat skor menjadi 10-11.
Satu poin berikutnya diraih Liang/Wang yang membuat skor menjadi 11-11. Skor imbang berlanjut dengan skor 13-13.
Fajar/Fikri lantas merebut delapan poin beruntun untuk memastikan kemenangan di gim kedua dengan skor 21-13.
Fajar/Fikri tertinggal 3-6 pada awal gim kedua. Fajar/Fikri bahkan semakin tertinggal jauh karena Liang/Wang unggul 11-4 saat interval.
Fajar/Fikri makin jauh tertinggal di gim penentuan. Jarak poin melebar jadi 6-15 mendekati akhir gim kedua.
Fajar/Fikri pada akhirnya harus menyerah dari Liang/Wang dengan skor 9-21. All Indonesian Final di sektor ganda putra Asian Games 2026 pun gagal tercipta.
Dipertandingann lainnyaPerjuangan keras Alwi Farhan berujung medali perunggu setelah kalah dari tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn, di babak semifinal Asian Games 2026 yang berlangsung pada Senin (28/9).
Alwi mencoba tampil tenang di awal pertandingan. Ia berani melakukan reli dan tak tergesa-gesa untuk melancarkan tekanan.
Hanya saja, Alwi sering melakukan kesalahan sendiri sehingga tertinggal lima angka saat interval berakhir dengan skor 6-11 untuk keunggulan Kunlavut.
Selepas jeda, Alwi tak mampu mengejar ketinggalan hingga takluk 13-21 dari Kunlavut di akhir gim pertama. Pengembalian bola yang tak akurat jadi poin terakhir bagi Kunlavut sebelum turun minum.
Memasuki gim kedua, Alwi mengubah strategi. Pebulutangkis 21 tahun itu meningkatkan tempo permainan dan lebih agresif menyerang.
Hanya saja kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Alwi membuka celah bagi Kunlavut untuk memperlebar keunggulan. Pengembalian bola yang tanggung mampu dimanfaatkan Kunlavut untuk melakukan smes keras dan unggul 8-3.
Tak mau menyerah begitu saja, Alwi mencoba bangkit dan sukses meraup enam poin beruntun untuk berbalik unggul 9-8. Hanya saja, smes keras Alwi ke sisi kanan keluar dari garis lapangan dan membuat skor imbang 9-9.
Kunlavut berbalik mendapat momentum untuk menjauh 14-9. Alwi sempat mendekati jarak jadi 11-14, namun faktor kelelahan tampak jelas tergambar di laga ini.
Pengembalian bola yang salah dari Alwi jadi poin terakhir bagi Kunlavut untuk memenangkan pertandingan dengan skor 21-15.
Perjuangan Alwi yang sempat tampil impresif saat Indonesia merebut emas beregu putra, kini harus terhenti di semifinal tunggal putra Asian Games 2026.web
