BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengambil keputusan berat dengan meniadakan sejumlah rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah disiapkan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan sejumlah kondisi bencana yang terjadi di berbagai daerah, termasuk bencana di Nusa Tenggara Timur, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini masih terjadi dan turut berdampak terhadap kualitas udara di Banjarmasin.
Tak hanya itu, kecelakaan Kapal Motor Virgo Tansport 8 yang terjadi baru-baru ini juga menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Masyarakat juga masih merasakan dampak asap akibat karhutla. Kondisi tersebut bahkan masih terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional
Atas berbagai pertimbangan tersebut, Wali Kota Banjarmasin Haji Muhammad Yamin mengambil kebijakan untuk menyederhanakan perayaan lima abad Kota Banjarmasin.
“Keputusan ini memang keputusan yang berat,” ujar Sekretaris Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, Kamis (17/9).
Meski sejumlah kegiatan ditiadakan, Pemko menilai peringatan Hari Jadi ke-500 tetap telah terlaksana. Momentum lima abad Banjarmasin dianggap sudah diperingati melalui sejumlah kegiatan yang digelar secara sederhana.
Sejumlah kegiatan yang dibatalkan itu di antaranya Bakul Fest, Tanglong Hias, Job Fair, Book Fair, Bamara Fair, Tabligh Akbar dan Banjarmasin Up Grade.
Pihaknya juga telah menyampaikan kepada DPRD Kota Banjarmasin dimana kegiatan hanya berupa ziarah ke makan Sultan Suriansyah dan Sidang Paripurna Hari Jadi Kota Banjarmasin. “Pemko berharap keputusan itu dapat dipahami sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan situasi kebencanaan yang sedang berlangsung,” kata Tezar –sapaan akrabnya. via
