BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 menjadi prioritas. Kesiapsiagaan dilakukan di darat untuk mendukung kebutuhan korban sekaligus keluarga yang menunggu proses evakuasi dan penanganan di Banjarmasin.
Data terbaru, hingga Senin (14/9) tercatat 114 orang telah dievakuasi, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Angka tersebut merupakan data sementara dan masih dapat berubah mengikuti perkembangan operasi serta verifikasi di lapangan.
Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin mengatakan BPBD menyiagakan personel dan perlengkapan untuk mendukung penanganan di darat.
“Pemko Banjarmasin memastikan korban yang tiba langsung mendapatkan penanganan. Seluruh unsur di darat kami siapkan untuk mendukung proses evakuasi dan kebutuhan korban,” ujar Husni, Senin.
BPBD Kota Banjarmasin mengerahkan 12 personel dan tiga unit mobil, serta menyiapkan satu tenda, 20 velbed, 20 kasur lipat, tujuh kursi dan satu tandu basket. Perlengkapan tersebut disiapkan sebagai dukungan awal apabila dibutuhkan dalam proses penanganan maupun penampungan.
BPBD juga bergabung dalam posko gabungan bersama Basarnas, TNI dan Polri untuk memperkuat koordinasi penanganan di darat, apabila terdapat penyesuaian dukungan, perkembangan hingga arahan di lapangan.
Selain korban, Pemko Banjarmasin juga memperhatikan kebutuhan keluarga korban yang berada di lokasi. Untuk konsumsi hari pertama, BPBD menyiapkan 15 dus air mineral dan 300 roti yang diperuntukkan bagi keluarga korban.
Dukungan konsumsi tersebut disiapkan agar keluarga korban yang menunggu perkembangan proses evakuasi dan penanganan di Banjarmasin tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada di lokasi.
Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyiagakan personel, ambulans, obat-obatan dan peralatan medis. Dari korban yang telah tiba dan mendapatkan penanganan, sebanyak 15 orang dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh pelayanan medis lebih lanjut. Rinciannya, enam orang dirujuk ke RSUD Ulin, tujuh orang ke RS TPT, dan dua orang ke RSUD Sultan Suriansyah.
Rumah sakit rujukan terus dikoordinasikan untuk memastikan korban yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera memperoleh pelayanan sesuai kondisi masing-masing.
Untuk kebutuhan identifikasi korban, proses Disaster Victim Identification (DVI) diarahkan ke RS Bhayangkara dengan koordinasi bersama unsur terkait.
Tak hanya itu, Dinas Sosial Kota Banjarmasin turut menyiapkan Asrama BTIKP di Jalan Perdagangan sebagai tempat penampungan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.
Husni menegaskan seluruh dukungan dari Pemko tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Yang paling utama adalah memastikan korban mendapat pertolongan dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur agar penanganan di Banjarmasin berjalan cepat dan terintegrasi,” jelasnya. mcbjm/via
