JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan harga Pertamax berpotensi berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter apabila harga minyak mentah unia tidak kembali turun ke level US$60-US$70 per barel.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan, perkembangan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Menurutnya, harga minyak dunia saat ini masih belum stabil di tengah konflik geopolitik yang terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Timur Tengah.
“Jadi kalau berharap turun ke US$70 per barel atau US$60 per bare seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik. Kita doakan semoga itu bisa terjadi, kalau tidak kondisinya akan berdampak seperti sekarang harga Pertamax itu akan berkisaran antara di atas Rp18.000 sampai Rp20.000,” kata Eko.
Eko menjelaskan konflik di Timur Tengah memberikan dampak yang lebih besar terhadap pasokan dan harga minyak dunia. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan gangguan terhadap jalur distribusi minyak mentah melalui Selat Hormuz.
Saat ini, harga Pertamax masih dipertahankan di level Rp15.950 per liter, sementara BBM jenis bensin nonsubsidi lainnya telah mengalami kenaikan harga sejak awal September 2026.
Harga Pertamax Green 95 kini dipatok Rp19.150 per liter, naik Rp2.500 dari harga sebelumnya Rp16.600 per liter. Lalu, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.600 per liter, naik dari Rp18.300 per liter pada Agustus 2026.
Harga BBM jenis diesel nonsubsidi juga mengalami kenaikan. Harga Dexlite meningkat menjadi Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700 per liter dan harga Pertamina Dex naik menjadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150 per liter.
Praktisi Migas Hadi Ismoyo memperkirakan harga minyak dunia dapat bertahan di kisaran US$100 per barel dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong harga Pertamax naik signifikan apabila diikuti pelemahan nilai tukar rupiah.
“Faktor geopolitik menjadi penentu paling dominan terhadap pergerakan harga minyak dunia dalam beberapa bulan mendatang. Sejumlah gangguan pasokan berpotensi memperketat keseimbangan pasar minyak global,” jeas Hadi.
Dengan asumsi harga minya dunia berada di level rata-rata US$100 per barel, Hadi memperkirakan harga Pertamax dapat berada di kisaran Rp18.700 per liter. bisn/mb06
