MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tidak hanya mengandalkan unsur pemerintah, penguatan juga diarahkan kepada para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kebakaran di lapangan.

Komitmen tersebut ditunjukan Bupati Banjar H Saidi Mansyur usai memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Senin (14/9), dengan menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD), dan dukungan operasional kepada organisasi relawan kemanusiaan Bumi Selamat Rescue (BUSER) 690 Banjar.

Bantuan tersebut berupa 350 unit jaket pelindung serta dukungan operasional bahan bakar minyak (BBM) senilai Rp 50 juta. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel, sekaligus mendukung mobilitas relawan dalam penanganan karhutla maupun kejadian kebakaran lainnya.

Bupati Saidi menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama, kecepatan respons, dan kesiapan personel. Karena itu, dukungan terhadap relawan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Banjar.

“Sekaligus pada kesempatan yang baik ini, kami memberikan bantuan APD, sehingga kepercayaan diri seluruh relawan untuk menghadapi pemadaman karhutla maupun kebakaran lain bisa dilakukan dengan baik, dan keselamatan anggota di bawah BUSER 690 terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, keselamatan petugas dan relawan harus menjadi perhatian utama dalam setiap operasi pemadaman. APD yang telah diberikan juga diminta di rawat dan di jaga dengan baik, agar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.

Saidi turut mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan serta memperkuat sinergi antara relawan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, SKPD terkait, TNI-Polri, maupun instansi lainnya.

Selain dukungan APD dan operasional, bupati juga meminta dinas terkait memperhatikan kemudahan relawan dalam memperoleh BBM.

Ia menginstruksikan agar dilakukan pemantauan terhadap SPBU di wilayah Kabupaten Banjar, sehingga kebutuhan BBM bagi relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan dapat terlayani dengan baik.

Sementara, Ketua BUSER 690 Banjar Hasan Hamdan menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Banjar atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para relawan.

Menurutnya, dukungan operasional tersebut sangat membantu efektivitas tim ketika bergerak melakukan pemadaman, terutama karena kondisi di lapangan sering menghadirkan kendala teknis.

“Kebakaran saat ini ada yang mendekati pemukiman dan ada yang jauh. Yang menjadi permasalahan adalah lokasi yang jauh dari pemukiman, karena kita memerlukan 12 hingga 14 roll selang, sementara kawan-kawan di lapangan cuma memiliki empat hingga lima roll. Idealnya satu unit armada memiliki 10 roll selang untuk bisa optimal memadamkan api,” katanya.

Ia menyebutkan, kondisi tersebut membuat personel harus bekerja lebih keras untuk menjangkau titik api. Terlebih pada lokasi tertentu, akses menuju sumber kebakaran tidak mudah dilalui kendaraan, sehingga strategi pemadaman harus disesuaikan dengan kondisi medan.

“Kalau untuk pemadaman, kebutuhan peralatan sebenarnya sangat banyak. Namun yang terpenting bagi kawan-kawan saat ini adalah modal semangat dulu. Karena kalau sudah modal semangat, dengan peralatan apa saja yang di bawa, insha Allah api bisa dipadamkan,” ucapnya.

Bantuan secara simbolis juga diserahkan kepada perwakilan relawan dari sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, yaitu BPK Mubtadiin Kertak Hanyar, BPK Gambut, BPK FJR Sungai Tabuk, BPKP Sedap Martapura, BPK Razz Martapura, BPK Mekar Martapura Timur, BPK Landas Karang Intan, BPK Radja Astambul, BPK Al Hidayah Matraman, BPK Al Mubarokah Pengaron, SBR Aluh-aluh, dan Perkutut Beruntung Baru. ril/dio/yos