BANJARMASIN – Pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan masyarakat dinilai masih belum maksimal. Kondisi ini menjadi dasar digelarnya program QRIS Champion untuk mengenjot penggunaan pembayaran digital.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah ( BPKPAD) Kota Banjarmasin Edy Wibowo mengatakan, program tersebut merupakan kerja sama Bank Kalsel dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam rangka menggalakkan transaksi nontunai melalui QRIS.

“Tujuannya agar layanan pembayaran digital semakin luas dan mudah diakses. Hasil evaluasi menunjukkan penggunaannya masih perlu ditingkatkan,” kata Edy, Kamis (10/9).

Edy menjelaskan, penggunaan pembayaran QRiS terus disosialisasikan kepada masyarakat sekaligus melalui program perlombaan penggunaan QRIS. Menurutnya, bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang paling aktif menggunakan transaksi digital melalui QRIS akan mendapatkan apresiasi.

“Jadi mereka yang paling sering atau aktif yang akan mendapatkan apresiasi, bukan yang nominalnya yang paling banyak,” jelasnya.

Program ini diharapkan tidak sekadar meningkatkan jumlah transaksi, tetapi juga membiasakan masyarakat beralih ke pembayaran digital yang praktis dan mudah digunakan.

“Digital ini sudah luas dan tersedia. Namun hasil evaluasi kami, penggunaan QRIS masih belum maksimal. Karena itu kami lakukan sosialisasi sekaligus lomba untuk melihat siapa yang paling banyak menggunakan pembayaran digital melalui QRIS,” ujarnya.

Champion QRIS ini digelar mulai Agustus hingga akhir November 2026. via