BANJARBARU – Wilayah Kota Banjarbaru masih diselimuti kabut asap pekat, Kamis (10/9) pagi. Sekitar pukul 07.00 Wita, jarak pandang berkisar 100 meter, dengan bau asap yang menyesakkan.

Dan, dari pantauan Mata Banua, sejak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya, rata-rata pada waktu pagi di wilayah Banjarbaru diselimuti kabut asap cukup tebal.

Seorang pengendara sepeda motor, Iwansyah mengatakan, sejak terjadi karhutla di Banjarbaru, ia selalu mengenakan masker karena kabut asap.

“Kabut asapnya cukup tebal dan baunya menyesakkan, rata-rata tiap pagi kabut asapnya tebal,” ujar Iwansyah yang bekerja di salah satu kantor di Loktabat Banjarbaru.

Apalagi ia yang pulang pergi dari Banjarmasin ke Banjarbaru ini, kabut asap ini sangat memengaruhi kondisinya dalam berkendara.

“Meskipun pakai masker tapi bau asap tetap tercium, saya sering batuk, dan mata juga cukup perih,” kata Iwansyah.

Warga Banjarbaru, ibu Adawiyah mengaku, terganggu dengan adanya kabut asap ini, karena aktivitas menjadi terhambat.

“Biasanya saya jalan pagi dan menyiram tanaman, tapi dengan adanya kabut asap ini aktivitas jadi terganggu,” ujar Adawiyah.

Untungnya, tempat ia bekerja menerapkan sistem Work From Home (bekerja dari rumah dengan didukung teknologi informasi) selama adanya kabut asap ini, sehingga sangat membantunya dalam menjaga kondisi kesehatan.

“Saya khawatir kena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut, red). Alhamdulillah kantor kami menerapkan WFH,” ucapnya. dio