MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memberikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2027.
Jawaban tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi saat Rapat Paripurna DPRD Banjar, dengan agenda Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2027, sekaligus Pendapat Akhir Fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah di Ruang Paripurna lantai 2 Gedung DPRD Banjar Martapura, Selasa (8/9).
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2027 memasuki tahapan penting. Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan setiap rupiah anggaran yang direncanakan, harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Menjawab pemandangan umum Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bupati menyampaikan apresiasi atas penerimaan fraksi terhadap Raperda APBD 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya.
Menurutnya, masukan fraksi sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Banjar, yang menempatkan belanja daerah sebagai instrumen pembangunan yang harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Fokus belanja dalam Rancangan APBD 2027 diarahkan pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, hingga pemberian stimulus bagi penguatan ekonomi masyarakat.
“Setiap program harus memiliki indikator keberhasilan yang terukur, transparan dan memberikan dampak nyata, serta berkelanjutan bagi kemakmuran masyarakat Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Menjawab pandangan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bupati sepakat penguatan kemandirian fiskal daerah menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus terus di dorong.
Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi potensi ekonomi daerah, perbaikan sistem pemungutan, serta percepatan digitalisasi pemungutan pajak daerah.
Sementara, menjawab pemandangan umum Fraksi Partai Golkar, Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara program prioritas, efisiensi belanja operasional, dan penguatan belanja yang pro rakyat.
“Isu kebencanaan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah terus memperkuat strategi penanggulangan bencana dan mitigasi lingkungan, khususnya dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir,” ucapnya.
Pada agenda kedua, yakni Pendapat Akhir Fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, seluruh fraksi menyatakan menerima dan menyetujui raperda tersebut untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya. ril/dio
