BANJARMASIN – Polresta Banjarmasin memperkuat kepedulian kepada keluarga relawan Badan Pemadam Kebakaran (BPK) yang meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Zafri Zam Zam dengan memberikan dukungan moril dan santunan. sebagai bentuk perhatian kepolisian terhadap relawan kemanusiaan.

Langkah tersebut menjadi wujud kehadiran kepolisian di tengah keluarga korban sekaligus penghormatan atas dedikasi relawan BPK yang selama ini membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat, terutama kebakaran.

Seperti diketahui, seorang anggota relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) KTC bernama Muhammad Firman Ariyadi (27) meninggal dunia karena tenggelam saat bertugas memadamkan kebakaran di kawasan Komplek DPRD atau Zapri Zam-Zam, Banjarmasin, pada Senin, 7 September 2026 pagi.

Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adie di Banjarmasin, Selasa, mengatakan kepolisian turut merasakan duka yang dialami keluarga almarhum dan berupaya memberikan dukungan agar keluarga mampu menghadapi musibah tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” katanya saat mengunjungi rumah duka di Banjarmasin.

Dading yang didampingi Kanit Patroli dan sejumlah anggota Satpolairud datang mewakili Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin untuk menyampaikan langsung rasa duka cita kepada keluarga korban.

Selain dukungan moril, Polresta Banjarmasin menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian institusi kepolisian terhadap relawan kemanusiaan yang selama ini membantu masyarakat.

“Relawan BPK merupakan bagian penting dalam membantu masyarakat ketika terjadi musibah. Karena itu, kami ingin hadir bersama keluarga dan memberikan dukungan di tengah suasana duka,” ujar Dading.

Menurut dia, kepedulian terhadap relawan perlu terus dibangun karena tugas kemanusiaan yang mereka jalankan memiliki risiko, termasuk ketika harus menghadapi kondisi berbahaya di lapangan.

Dading juga mengajak seluruh unsur relawan dan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas kemanusiaan, termasuk memperhatikan kondisi lingkungan dan kemampuan personel ketika menghadapi situasi darurat di perairan.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bersama agar aspek keselamatan selalu menjadi perhatian utama dalam setiap tugas kemanusiaan,” katanya.

Kepedulian tersebut sejalan dengan semangat “Kayuh Baimbai Jaga Banua” untuk memperkuat kebersamaan antara kepolisian, relawan dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan di Kota Banjarmasin. ant