BANJARBARU – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor Banjarmasin, bersiaga penuh 1×24 jam untuk menjaga embung Jokowi di Tegal Arum, Banjarbaru memastikan sumber air strategis itu dapat digunakan dalam operasi penanggulangan karhutla.

“Personel Satgas Irigasi Lanud melaksanakan pengamanan, pemeliharaan, serta pengecekan sarana dan prasarana guna memastikan seluruh sistem siap digunakan,” kata Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita di Banjarbaru, Sabtu.

Danlanud menjelaskan, untuk pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai unit pompa, mesin penggerak, generator, selang bertekanan tinggi, rangka apung, hingga saringan air.

Setiap komponen diperiksa untuk memastikan tidak terdapat kendala yang dapat menghambat distribusi air saat operasi pemadaman berlangsung.

Bukan hanya peralatan yang menjadi perhatian, keamanan fasilitas dan lingkungan sekitar embung juga dijaga secara berkelanjutan.

Personel melaksanakan pengamanan selama 24 jam melalui sistem piket bergilir, sehingga kondisi lokasi dapat terus dipantau sekaligus mengantisipasi potensi titik api maupun gangguan terhadap fasilitas pendukung operasi.

Dalam pelaksanaannya, Satgas Irigasi Lanud juga terus memperkuat sinergi dengan unsur terkait.

Dukungan alat berat dimanfaatkan untuk menjaga akses menuju lokasi, menata saluran, serta memastikan jalur suplai air tetap terbuka dan dapat berfungsi dengan baik.

Danlanud menegaskan kesiapan sumber air menjadi bagian penting dalam mendukung operasi penanganan karhutla.

Oleh karena itu, pengamanan embung Jokowi selama 24 jam merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam mendukung penanganan karhutla.

Embung Jokowi sangat penting keberadaanya sebagai sumber air bagi petugas dalam pemadaman karhutla terutama di area ring 1 bandara dan sekitarnya di Banjarbaru.

Termasuk bagi kebutuhan air helikopter water bombing milik BNPB yang beroperasi setiap hari memadamkan api dari udara menyasar titik-titik api yang sulit dijangkau petugas di darat. ant