Janice Tjen Terhenti di Tangan Unggulan Kelima

Jakarta – Elena Rybakina mengawali upayanya berada di peringkat satu dunia dengan menang meyakinkan 6-3, 6-2 atas petenis wild card Thea Frodin pada babak pertama US Open 2026 di New York, Amerika Serikat, Rabu WIB, dalam tempo 1 jam 14 menit.

“Dia bisa sangat berbahaya dengan pukulan-pukulan seperti itu,” kata Rybakina mengenai Frodin dalam konferensi pers setelah pertandingan seperti dikutip laman WTA pada Rabu.

Rybakina membutuhkan setidaknya tiket semifinal guna menjadi nomor satu dunia untuk pertama kalinya. Namun, juara Australian Open itu juga dapat naik ke posisi teratas tanpa harus mencapai semifinal apabila Aryna Sabalenka, Jessica Pegula, dan Coco Gauff gagal menjuarai turnamen ini.

Ia mengatasi Frodin yang baru menjalani pertandingan babak utama turnamen level WTA untuk pertama kalinya.

Petenis Amerika berusia 17 tahun itu mendapatkan wild card setelah menjuarai USTA Girls’ 18s National Championships bulan ini. Meski debutan, Frodin memberikan perlawanan keras.

Dia bahkan mencatat servis tercepat 122 mil per jam, sementara Rybakina 120 mil per jam. Ia juga unggul jumlah ace, 11 berbanding enam.

Sayang, dia 21 kali melakukan kesalahan sendiri. Tiga kesalahan ganda membuatnya duakali kehilangan servis pada set kedua sehingga sulit mengejar Rybakina.

Sebaliknya, Rybakina tampil konsisten dan sekaligus memanfaatkan pengembalian servis untuk mengontrol pertandingan, sampai melesat 4-1 pada set kedua.

Dia tiga kali mematahkan servis Frodin sebelum menghujamkan ace pada match point keempat untuk memenangkan laga ini.

Kemenangan ini menjadi respons positif Rybakina setelah cedera pergelangan kaki kiri yang memaksanya mundur dari final Cincinnati melawan Iga Swiatek dua pekan lalu.

Pada babak kedua, Rybakina akan menghadapi pemenang pertandingan antara finalis Memphis Darja Vidmanova dan Jessica Bouzas Maneiro.

Petenis Indonesia Janice Tjen harus mengakhiri perjuangannya pada US Open 2026 setelah kalah dari unggulan kelima Mirra Andreeva 2-6, 2-6 pada babak pertama di Louis Armstrong Stadium, New York, Amerika Serikat, Rabu WIB.

Janice mencoba memberikan perlawanan kepada Andreeva sejak awal pertandingan. Dia mampu menjaga kedudukan tetap ketat hingga 2-2 pada set pertama, sebelum permainan agresif dan konsisten Andreeva mulai membuat petenis berusia 24 tahun itu berada dalam tekanan.

Andreeva kemudian merebut empat gim berturut-turut untuk mengamankan set pertama dengan skor 6-2.

Situasi serupa terjadi pada set kedua. Janice sempat mengawali set dengan baik dan unggul 1-0, tetapi Andreeva segera merespons dengan merebut servis Janice pada gim ketiga.

Petenis yang saat ini berada di peringkat 36 dunia itu berupaya mempertahankan persaingan dan sempat mendekat pada kedudukan 3-2. Namun, Andreeva kembali menemukan momentum dan menutup pertandingan dengan merebut tiga gim berikutnya.

Menurut statistik WTA, Janice tidak mendapatkan satu pun peluang break point dalam pertandingan tersebut. Sebaliknya, Andreeva memperoleh empat peluang dan seluruhnya berhasil dikonversi menjadi break.

Dari sisi servis, Janice mencatat satu ace dan dua kesalahan ganda. Dia memasukkan 29 dari 48 servis pertama atau 60,4 persen, dengan 17 di antaranya menghasilkan poin.

Janice juga hanya memenangi 31 dari total 89 poin pertandingan. Sementara Andreeva menguasai 58 poin atau 65,2 persen dari keseluruhan poin.

Kekalahan tersebut menjadi yang kedua bagi Janice dari Andreeva dalam waktu 14 hari. Sebelumnya, kedua petenis bertemu pada babak 32 besar Cincinnati Open dengan Janice memberikan perlawanan kuat hingga tie-break pada dua pekan lalu.

Hasil tersebut juga membuat Janice belum mampu mengulang pencapaiannya di US Open 2025. Tahun lalu, Janice berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan ke-24 Veronika Kudermetova pada babak pertama.

Kemenangan tersebut mengantarkan Janice ke babak kedua turnamen Grand Slam tersebut dan menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya, sebelum langkahnya dihentikan petenis Inggris Emma Raducanu.ant