BANJARBARU – Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sungai Ulin dipertanyakan, karena diduga tidak ada petugas UGD saat pasien dalam kondisi kritis datang mencari pertolongan.

Hal ini langsung mendapat respons keras dari Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby. Walikota Lisa meminta klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan Kepala Puskesmas Sungai Ulin.

“Siang tadi baru mendengar laporan. Saat itu saya langsung menelepon Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru untuk minta keterangan, lalu menelepon lagi Kepala Puskesmas. Saya tanya, kenapa saat ada pasien datang mau berobat, tiba-tiba tidak ada orang?” kata Walikota Lisa, Kamis (27/8).

Menurut klarifikasi Kepala Puskesmas Sungai Ulin, sebutnya, petugas disebut berada di lokasi dan sempat mendatangi pasien yang berada di dalam mobil.

Namun, penjelasan tersebut tidak serta-merta membuat persoalan dianggap selesai. Walikota Lisa justru meminta dilakukan evaluasi menyeluruh, untuk memastikan standar pelayanan kegawatdaruratan benar-benar berjalan sebagaimana mestinya.

“InsyaAllah besok, Kepala Dinas Kesehatan bersama tim Kabid Pelayanan akan langsung turun ke Puskesmas Sungai Ulin untuk mengevaluasi kejadian ini,” ujar Lisa menegaskan.

Dirinya juga memberikan sinyal kuat bahwa tidak akan ada toleransi, apabila hasil evaluasi menemukan adanya kelalaian petugas dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

“Yang jelas, saya akan menindak tegas kepada Kepala Puskesmasnya. Kenapa anak buahnya tidak ada di tempat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memastikan fasilitas kesehatan milik pemerintah tidak hanya tersedia secara fisik, melainkan juga siap memberikan pelayanan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, terutama dalam situasi darurat.

Bagi Lisa, pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti pada persoalan administrasi, status kependudukan maupun asal daerah pasien.

Ia bahkan menegaskan bahwa pasien yang datang tidak boleh dibedakan berdasarkan KTP maupun asal wilayah.

Hal itu disampaikan menyusul informasi bahwa pasien yang datang ke Puskesmas Sungai Ulin, diketahui ber-KTP Kabupaten Banjar.

“Kalau ada orang sakit, saya tidak memandang lagi siapa itu, warga siapa. Saya melihat orang sakit, pokoknya dibantu saja. Tidak peduli warga mana, yang penting nyawa harus diselamatkan,” kata Lisa

Sikap tersebut sekaligus menjadi pesan tegas kepada jajaran pelayanan kesehatan di Banjarbaru, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama.

Evaluasi langsung oleh Dinas Kesehatan bersama tim bidang pelayanan di Puskesmas Sungai Ulin, diharapkan dapat mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Bagi Pemerintah Kota Banjarbaru, UGD bukan tempat untuk menunggu pasien meminta dilayani, tetapi garda terdepan yang harus siap ketika nyawa membutuhkan pertolongan. ril/dio