BANJARBARU – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat didampingi Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Jalan Kurnia Ujung RT 06/RW 03, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Senin (24/8).

Ancaman karhutla di Kota Banjarbaru mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menteri Jumhur melihat secara langsung proses pemadaman karhutla yang menghanguskan lahan pertanian milik warga.

Dari peninjauan tersebut, persoalan ketersediaan air muncul sebagai kendala paling serius dalam mempercepat pemadaman. Para petugas pemadam kebakaran (damkar) harus bekerja keras mencari sumber air untuk mendukung proses pemadaman.

“Kita memastikan pemadaman secara masif. Gotong royong masyarakat, pemerintah daerah, BNPB, TNI-Polri, semua harus bergotong royong memastikan supaya api ini mati. Setelah mati dipastikan harus tetap basah,” ujar Jumhur.

Menurutnya, kesulitan memperoleh air harus segera dicarikan solusi, bukan hanya untuk penanganan karhutla saat ini, melainkan juga sebagai langkah antisipasi menghadapi kejadian serupa ke depan.

Karena itu, pemerintah menyiapkan pembangunan sejumlah sumur bor dengan kedalaman hingga 40 meter di kawasan yang membutuhkan dukungan sumber air untuk penanganan karhutla. “Supaya ke depannya ketika terjadi karhutla, ketersediaan air sangat mencukupi untuk melakukan pemadaman,” katanya.

Jumhur juga menekankan, penanganan karhutla harus beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat. Paparan asap akibat kebakaran berpotensi mengganggu kesehatan warga, sehingga dinas kesehatan, puskesmas, dan unsur terkait, diminta memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan.

Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby mengatakan, Pemko Banjarbaru terus memperkuat langkah penanganan, terutama dalam memastikan ketersediaan sumber air bagi petugas pemadam di lapangan.

Ia menyatakan, kondisi tersebut menjadi semakin penting mengingat berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September mendatang.

“Untuk mengatasi kendala tersebut, kami berupaya keras untuk kembali memperkuat koordinasi dan memastikan pasokan air tersedia, sehingga petugas di lapangan dapat bekerja dengan optimal,” ujarnya.

Pemko Banjarbaru, lanjut dia, akan mengoptimalkan fasilitas sumur bor yang berada di wilayah Syamsudin Noor, dan seluruh hidran air yang tersedia di Kota Banjarbaru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di tengah kondisi kemarau. Tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar, pemerintah juga mulai memperkuat infrastruktur sumber air sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penanganan karhutla.

Usai meninjau titik kebakaran, Menteri LH bersama Walikota Lisa juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak karhutla di wilayah Kelurahan Landasan Ulin Timur.

Kunjungan Menteri LH ini sekaligus mempertegas penanganan karhutla di Banjarbaru membutuhkan gerak cepat dan kolaborasi lintas sektor. ril/dio