RANTAU,- Bupati Tapin H Yamani menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan prosesi Baayun Anak di Masjid Al Mukaromah, Desa Banua Halat, Kecamatan Tapin Utara, Selasa (25/8).

“Melalui peringatan maulid nabi ini, saya mengajak semuanya untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai keagamaan, kesopanan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama harus terus kita jaga,” ujarnya.

Ia mengatakan, prosesi Baayun Maulid merupakan salah satu tradisi keagamaan dan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai spiritual dan filosofis yang kuat.

Menurutnya, tradisi ini menjadi wujud rasa syukur, doa, dan harapan agar anak-anak senantiasa mendapat perlindungan, kesehatan, serta tumbuh menjadi generasi yang saleh, berakhlak mulia, cerdas, dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.

“Karena itu saya berharap prosesi Baayun Maulid ini terus dilestarikan, dengan peserta yang semakin banyak dan antusiasme masyarakat yang semakin besar dari tahun ke tahun. Tradisi ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ia pun berharap warisan budaya yang sarat nilai keagamaan dan kearifan lokal ini tidak hilang ditelan zaman, dan mengajak masyarakat menjaga dan melestarikan bersama Baayun Maulid ini agar selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banjar, dan terus dibanggakan generasi yang akan datang.

Bupati Yamani menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tapin akan terus mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapin, saya mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kita semua mendapat syafaat beliau dan senantiasa berada dalam lindungan serta rahmat Allah SWT. Tapin Maju, Maju Banua-nya, Baiman Warganya,” ucapnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin mewakili Gubernur Kalsel H Muhidin menambahkan, tradisi Baayun Maulid di Kalsel bukan sekadar simbol, melainkan wujud integrasi antara nilai keagamaan dan budaya lokal.

“Tradisi ini mencerminkan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus doa agar anak-anak yang di ayun tumbuh sehat, berakhlak mulia, dan dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kekayaan budaya seperti ini memperlihatkan nilai kebersamaan dan memperkuat identitas masyarakat Banua.

“Melalui peringatan ini, kecintaan terhadap Rasulullah SAW semakin hidup dan penuh makna, dan dirangkai proses baayun tentu menyatukan semua kalangan baik itu yang tua dan muda hingga bayi,” pungkasnya. her