BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby didampingi Kepala Dinas PUPR Eka Yuliesda Akbari meninjau proses pengaspalan Jalan Purnawirawan hingga Guntung Manggis, Kamis (20/8).

Peninjauan ini untuk memastikan pembangunan jalan tembus tersebut berjalan sesuai target dan standar yang ditetapkan.

Pembangunan jalan ini menjadi langkah konkret Pemko Banjarbaru dalam memperkuat sistem transportasi perkotaan, khususnya dengan menghadirkan jalur alternatif di tengah pertumbuhan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

Jaringan jalan lingkar yang di inisiasi Walikota Lisa ini diarahkan untuk mengurangi tekanan lalu lintas dan mengatasi potensi kemacetan melalui pembukaan akses baru yang menghubungkan sejumlah kawasan di Kota Banjarbaru.

Tidak hanya soal kelancaran arus kendaraan, pembangunan jalan tersebut juga membawa misi yang lebih luas. Kehadiran akses baru diharapkan mampu membuka kawasan yang sebelumnya relatif terisolir karena keterbatasan infrastruktur jalan.

“Tentunya jalan baru ini membuka daerah terisolir yang selama ini tidak memiliki akses, dan diharapkan mampu menumbuhkan titik-titik pertumbuhan baru di Kota Banjarbaru,” kata Lisa.

Dengan terbukanya akses Purnawirawan menuju Guntung Manggis, konektivitas antarkawasan diharapkan semakin kuat. “Mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, distribusi barang dan jasa semakin lancar, sekaligus membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sepanjang kawasan yang terhubung,” ucapnya.

Walikota menyebutkan, pembangunan jalan lingkar ini sekaligus mempertegas arah pembangunan infrastruktur Banjarbaru yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan juga pada membuka akses, memperluas konektivitas, menggerakkan ekonomi, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru.

Pembangunan jalan ini dilaksanakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan dengan nilai kontrak mencapai Rp 35,4 miliar.

Pelaksana pekerjaan adalah PT Multi Prasarana Utama, sedangkan konsultan pengawas dipercayakan kepada PT Prima Cipta Karsa Sabbapathamam (KSO)-PT Petra Penida Energi Indonesia.

Jalan yang ditangani memiliki panjang 2,175 kilometer dengan lebar aspal 5,5 meter dan lebar badan jalan mencapai 8,5 meter. ril/dio