BANJARMASIN – Kabut asap belakangan ini “merembes” ke “Kota Seribu Sungai” Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui pinggiran kota.
Pantauan Antara Kalsel di Banjarmasin, Rabu pagi, kabut asap tipis mulai memasuki kota berjuluk Seribu Sungai tersebut.
Kabut asap tipis terlihat dan aroma bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercium hingga siang hari atau sekitar pukul 11.00 Wita.
Padahal Kota Seribu Sungai tersebut tidak ada karhutla, kecuali kebakaran rumah dan permukiman yang mewarnai bekas ibukota Provinsi Kalsel, sedang kabut asap merupakan kiriman.
Sementara daerah tetangga sekitar Kota Banjarmasin seperti Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Tanah Laut (Tala) belakangan tiada hari tanpa kabut asap.
Namun kabut asap yang melanda beberapa wilayah Kalsel dalam tahun-tahun belakangan tidak separah sebelumnya, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat melakukan rekayasa cuaca.
Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kalsel serta pihak terkait lain aktif melakukan pemantauan dan penanggulangan sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat terkendali.
Berdasarkan data kebakaran hutan dan lahan di Kalsel selama musim kemarau 2026 hingga 11 Agustus lalu, telah mencapai 3.387 hektare (ha) lebih dengan 5.695 titik panas yang terpantau.ant
