BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyebut kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga Juli 2026 masih relatif aman terkendali dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan, meski angkanya tetap tergolong tinggi untuk ukuran di kota ini.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, di Banjarmasin, Rabu (12/6).
Dia mengatakan, jika mengacu pada kabut asap yang dirasakan di Banjarmasin belum berdampak pada aktivitas masyarakat. Meskipun Kota Banjarmasin sering mendapatkan kiriman asap dari kabupaten tetangga, seperti Mahakam dan Penajam. Karena itu, kondisi di kota sangat dipengaruhi arah angin.
“Kalau arah angin tidak mengarah ke Kota Banjarmasin, biasanya kondisinya aman-aman saja. Partikelnya tidak terlalu banyak,” ujarnya.
Ia juga menunjukkan data Dinas Kesehatan dari 2025 dab 2025. Menurutnya jika melihat data jumlah kasus ISPA pada Juli 2026 tercatat 1.300 kasus, menurun dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 1.484 kasus. Sementara data Agustus masih berjalan sehingga belum dapat dibandingkan secara penuh.
“Tren kasus menurun tapi kita semua tetap waspada ya mengingat tahun ini kemarau kering panjang dengan fenomena Elnino,” ucapnya
Dia juga membandingkan data mingguan dengan tahun sebelumnya. Pada pemantauan minggu ke-31 tahun 2025 tercatat 844 kasus, sedangkan pada periode yang sama tahun 2026 tercatat 604 kasus. Perbandingan ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kasus secara mingguan.
Meski demikian, dia meminta masyarakat agar tidak lengah terhadap dampak kabut asap. Warga diimbau tetap menerapkan langkah pencegahan, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah saat kabut asap meningkat, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Masih aman, tetapi bukan berarti kita boleh lengah. Tetap harus waspada dan melakukan pencegahan seperti makai masker, makanan bergizi dan hindari keluar rumah jika tak perlu,” ujar dia. via
