BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru merealisasikan bantuan Presiden (Banpres) Republik Indonesia, dalam upaya penanganan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Wujud komitmen tersebut direalisasikan melalui pembangunan fasilitas sumur bor yang berlokasi di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, dan Kecamatan Liang Anggang.
Pembangunan sumur bor ini menelan anggaran sebesar Rp392.500.000, yang bersumber dari alokasi bantuan presiden (Banpres) untuk mitigasi bencana di wilayah rawan Karhutla.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Banjarbaru Renny Yudiarni mengatakan, ketersediaan pasokan air yang memadai menjadi krusial dalam memadamkan Karhutla, terutama di kawasan lahan gambut seperti Landasan Ulin Selatan.
Sumur bor tersebut difungsikan sebagai sumber pasokan air utama, guna mempermudah petugas dan relawan saat melakukan pemadaman api di titik-titik rawan Karhutla.
“Pembangunan sumur bor ini merupakan langkah strategis dan tindak lanjut nyata dari bantuan Presiden RI, untuk memperkuat penanganan Karhutla di wilayah Kota Banjarbaru,” ujar Renny, saat berada di Media Center Banjarbaru, Selasa (4/11).
Dengan adanya pasokan air yang stabil dari sumur bor ini sebut Renny, tim pemadam di lapangan tidak akan lagi kesulitan mendapatkan sumber air saat terjadi kebakaran lahan.
Pemerintah Kota Banjarbaru berharap koordinasi dan kesiapsiagaan pemadaman antarinstansi dapat berjalan lebih efektif dan responsif, sehingga dampak kerusakan lingkungan akibat Karhutla dapat diminimalisasi, tambahnya. ril/dio
