RANTAU-Dinas Sosial Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menyeleksi sekitar 100 usulan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) pada 2026, sementara kuota penerima program tersebut ditetapkan sebanyak 60 pelaku usaha.
Kepala Dinas Sosial Tapin Syafrudin mengatakan, tingginya jumlah usulan tersebut membuat proses seleksi dan verifikasi lapangan menjadi penting guna memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.
“Semua akan diseleksi. Tim kami akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya saat dihubungi via Telpon di Rantau, Kabupaten Tapin.
Untuk mempermudah masyarakat mengakses program tersebut, kata dia, Dinsos Tapin menyediakan inovasi layanan berbasis daring bernama Tuan Usep. “Melalui layanan Tuan Usep, masyarakat dapat mengajukan bantuan usaha tanpa harus melalui proses administrasi yang rumit,” ungkapnya.
Syafrudin menjelaskan, calon penerima bantuan harus memiliki usaha yang telah berjalan. Persyaratan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerima sekaligus memastikan bantuan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
Ia menyebutkan, jenis bantuan yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha, sehingga tidak seluruh penerima mendapatkan barang atau perlengkapan yang sama.
“Penyesuaian jenis bantuan bertujuan agar perlengkapan yang disalurkan benar-benar mendukung kegiatan usaha dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga penerima,” katanya.
Selain mempertimbangkan kondisi usaha, ucap Syafrudin, penentuan penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Masyarakat juga mendapat pendampingan selama proses pengajuan hingga pelaksanaan verifikasi untuk memastikan persyaratan terpenuhi.”Dinsos Tapin menerapkan pergantian penerima setiap tahun agar program bantuan usaha tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat secara bergiliran,” tambahnya.
Melalui program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif ini, Syafrudin berharap, dapat membantu pelaku usaha mempertahankan kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian keluarga di Kabupaten Tapin.{{an/mb03]}
