RANTAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapin menyelenggarakan kampanye dan pergerakan masyarakat hidup sehat melalui gerakan cegah stunting, yang di hadiri Bunda PAUD Hj Faridah Yamani, di Pendopo Galuh Bastari, Senin (19/10).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Iskandar Kurniawan mengatakan, kegiatan kampanye dan pergerakan masyarakat hidup sehat ini dilaksanakan lantaran masih adanya permasalahan kesehatan yang belum mendapatkan perhatian serius, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Karena itu diperlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang tepat, pemahaman pengetahuan untuk pertumbuhan balita, serta kesehatan lingkungan,” ucapnya.
Menuruntya, kampanye dan pergerakan masyarakat hidup sehat penting dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan stunting, sehingga terwujud generasi yang sehat dan berkualitas.
Iskandar pun berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencegah stunting, serta mendorong penerapan perilaku hidup sehat di masyarakat.
“Penerapan perilaku hidup sehat dilakukan melalui pemenuhan gizi, peningkatan kesehatan ibu hamil, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara rutin. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kerja sama lintas sektor dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.
Sementara, Bunda PAUD Tapin Hj Faridah Yamani menyampaikan, setiap orangtua tentu menginginkan anak-anaknya tumbuh sehat, cerdas, aktif, dan memiliki masa depan yang baik.
Harapan tersebut, lanjut dia, perlu kita wujudkan melalui perhatian dan tindakan nyata sejak dini, salah satunya dengan mencegah stunting.
“Kita perlu memahami pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan kepedulian, kebiasaan yang baik, dan kerja sama dari semua pihak. Pemenuhan gizi yang seimbang, kesehatan ibu selama kehamilan, pemberian ASI eksklusif, pengasuhan yang baik, serta pemantauan pertumbuhan anak di posyandu merupakan bagian penting dari upaya tersebut,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sebagai tim penggerak PKK, pihaknya juga memiliki kesempatan besar untuk memulai perubahan dari lingkungan keluarga. “Melalui 10 program pokok PKK, khususnya upaya peningkatan kesehatan dan ketahanan keluarga, kita dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan anggota keluarga,” ujarnya.
Faridah pun berharap kepada seluruh keluarga di Bumi Ruhui Rahayu untuk menjadikan hidup sehat sebagai kebiasaan, bukan sekadar dilakukan ketika ada kegiatan kampanye.
“Tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kita dapat memulainya dengan menyediakan makanan bergizi sesuai kemampuan keluarga, membiasakan cuci tangan pakai sabun, menjaga lingkungan tetap bersih, dan memastikan ibu serta anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan,” pungkasnya. her/yos
