BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin membentuk Satgas siaga 24 jam untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat.

Walikota Banjarmasin HM Yamin HR di Banjarmasin, Rabu, mengatakan menghadapi karhutla yang meluas, maka dibentuk Satgas Siaga 24 jam yang dikoordinatori Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin.

Satgas Siaga 24 jam ini, kata dia, didukung pihak kepolisian dan TNI serta relawan badan pemadam kebakaran (BPK) yang ada di kota ini, siaga di titik-titik rawan karhutla, utamanya wilayah utara, barat dan selatan.

“Satgas Siaga ini juga didukung tim kesehatan dari Dinas kesehatan,” ujarnya.

Personel disiagakan untuk merespons kebakaran tidak hanya di wilayah kota, namun juga mendukung penanganan lintas daerah sesuai kebutuhan di lapangan.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Banjarmasin tercatat 71 kejadian kebakaran lahan sejak Juli hingga awal Oktober 2026.

Yamin menyampaikan pemerintah kota terus berupaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap, yakni dengan pembagian masker, fasilitas pelayanan kesehatan.

Yamin menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menghadapi karhutla dan dampak kabut asap.

Penanganan karhutla, katanya, membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi dan kerja sama seluruh pihak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, disertai upaya perlindungan kesehatan serta dukungan yang memadai bagi petugas di lapangan.

“Kami akan terus memperkuat upaya penanganan dan perlindungan masyarakat, karena dampak karhutla dan kabut asap tidak boleh dibiarkan mengancam kesehatan, mengganggu pendidikan maupun menghambat aktivitas warga,” ujarnya. ant