MARTAPURA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat langkah deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban melalui pelaksanaan razia gabungan bersama aparat penegak hukum (APH).

“Kegiatan ini menjadi wujud komitmen LPKA Martapura dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif bagi anak binaan,” kata Kepala LPKA Kelas I Martapura Dwi Hartono melalui siaran tertulis diterima di Batulicin, Rabu.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Banjar, AKBP Boni Ariefiant, dan diikuti oleh seluruh jajaran petugas LPKA Martapura bersama unsur APH yang terdiri dari Polres Banjar, Kodim 1006 Banjar, BNNK Banjarbaru, serta Satbrimobda Kalimantan Selatan.

Pentingnya sinergi dan kewaspadaan seluruh unsur dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Pemasyarakatan.

Menurutnya, kegiatan razia gabungan merupakan bagian dari upaya bersama untuk melakukan deteksi dini sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan.

“Razia ini merupakan langkah preventif untuk memastikan lingkungan LPKA tetap aman dan kondusif. Laksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab, tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, serta perhatikan aspek keamanan selama pelaksanaan,” jelasnya.

Dwi Hartono juga memberi arahan kepada seluruh jajaran sebelum kegiatan razia dimulai. Ia menekankan agar seluruh petugas melaksanakan penggeledahan secara profesional, humanis, dan tetap menghormati hak serta martabat Anak Binaan.

“Laksanakan razia dengan humanis, tertib, dan sesuai dengan prosedur. Utamakan sikap profesional serta tetap menjaga hak dan martabat Anak Binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memastikan lingkungan pembinaan tetap aman, bersih, dan kondusif,” tegas Dwi Hartono.

Keterlibatan Polres Banjar, Kodim 1006 Banjar, BNNK Banjarbaru, dan Satbrimobda Kalimantan Selatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam mendukung terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang aman dan kondusif.

LPKA Kelas I Martapura juga melanjutkan kegiatan dengan pemeriksaan tes urine bagi petugas dan Anak Binaan. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari langkah deteksi dini sekaligus upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan Pemasyarakatan.

Pelaksanaan tes urine dilakukan secara tertib sebagai bentuk pengawasan dan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan LPKA yang bersih dari narkotika. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pelaksanaan Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) di LPKA Kelas I Martapura.

“Selama pelaksanaan razia gabungan, petugas tidak menemukan adanya barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan LPKA Kelas I Martapura. Hasil pemeriksaan tes urine menunjukkan seluruh petugas dan Anak Binaan yang mengikuti pemeriksaan dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika,” tutup Dwi Hartono. ant