BANJARMASIN – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Supian HK mengaku prihatin saat mengetahui sebanyak 12 ekor Bekantan ditemukan mati akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda habitatnya di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Bahkan, ada Bekantan yang sudah kami titipkan pengelolaannya. Kami juga sudah berupaya membuat langkah-langkah untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran. Karena kalau kebakaran sudah terjadi, penanganannya akan jauh lebih sulit,” ujarnya, Senin (21/9)sore.

Ia berharap jika terjadi kebakaran di lahan atau kawasan yang rawan, bisa segera dicarikan tempat dan penanganan yang tepat sehingga tidak meluas.

“Apalagi kondisi saat ini sudah berlangsung cukup lama, hampir dua bulan. Ini harus menjadi kewaspadaan bersama. Masyarakat harus benar-benar berhati-hati karena kondisi yang di hadapi saat ini adalah kekeringan yang cukup panjang, dan sangat rawan memicu kebakaran,” katanya.

Ia menyebutkan, persoalan kebakaran ini juga memiliki dua sisi, di satu sisi menyangkut hutan dan lingkungan, namun di sisi lain masyarakat termasuk mahasiswa, juga mempertanyakan kepada pemerintah mengapa persoalan ini seolah dibiarkan.

“Padahal, pemerintah tentu sudah melakukan berbagai upaya penanganan. Saya juga mengapresiasi semua pihak yang turun langsung ke lapangan, khususnya anak-anak mahasiswa yang turut membantu,” ucap Supian.

Menurutnya, selain kondisi kekeringan saat ini, pihaknya juga memikirkan dampak berikutnya. “Kalau kondisi lingkungan terus terganggu, setelah musim panas dan kebakaran, kita bisa kembali menghadapi persoalan banjir ketika hujan turun. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, hal yang paling penting adalah bagaimana pemerintah, masyarakat, mahasiswa, dan seluruh pihak terkait bisa bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan musibah sejak awal. rds/yos