BANJARMASIN – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarmasin menggelar jalan santai dan bakti sosial Harmoni 500 Tahun Banjarmasin, Minggu (20/9).
Kegiatan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin itu dikemas dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Salah satu agenda utama dalam kegiatan itu diwarnai dengan doa bersama lintas agama, yang melibatkan enam agama yang diakui di Indonesia.
Doa bersama tersebut diikuti umat Islam, Buddha, Hindu, Protestan, Katolik, dan Konghucu. Masing-masing perwakilan agama memanjatkan doa sesuai keyakinannya, yang kemudian diikuti seluruh peserta kegiatan.
Selain doa bersama dan jalan santai, juga ada donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pengumpulan dana solidaritas bagi korban bencana sebagai pesan kebersamaan, kerukunan dan kepedulian terhadap sesama.
Walikota Banjarmasin melalui Sekdako Banjarmasin Ichrom Muftezar menyampaikan momentum lima abad Kota Banjarmasin menjadi ruang untuk memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman.
“Yang utama pada hari ini adalah doa bersama lintas agama. Dari Islam, Buddha, Hindu, Protestan, Katolik, dan Konghucu, semuanya berdoa dan diikuti seluruh peserta,” ujar Ichrom Muftezar.
Ketua FKUB Banjarmasin Dr H Maskur MM mengatakan, kegiatan yang mengangkat tema; “Melangkah Dalam Keberagaman” ini diinisiasi oleh FKUB, Paguyuban Lintas Iman, Lintas Agama, dan Lintas Suku.
“Kita ingin mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa di bumi Banjarmasin tercinta, perbedaan suku, ras, dan keyakinan bukanlah sekat pemisah, melainkan energi utama yang menyatukan langkah kita,” katanya.
“Sedangkan untuk pengumpulan dana ini sebagai bentuk solidaritas kita dalam membantu saudara kita yang terkena bencana. Kita sadari belakangan banyak bencana yang terjadi, seperti gunung meletus di NTT, kabut asap di Kalimantan hingga kapal tenggelam KM Virgo Transport 8. Tentunya dengan sedikit solodaritas kita dapat membantu mereka yang terkena musibah tersebut,” jelas H Maskur.
Selain itu, kegiatan lintas iman ini sebagai simbol kedewasaan beragama dan kerukunan sejati. “Dari kota seribu sungai ini, kita buktikan bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar kita untuk mewujudkan Banjarmasin yang maju dan sejahtera,” katanya. via
