BANJARMASIN – Bank Kal­sel memperkuat komitmennya da­lam mendukung pem­ber­da­ya­an masyarakat dan pengelolaan ling­kungan berkelanjutan me­la­lui penyaluran program Cor­po­rate Social Responsibility (CSR).

Kali ini, Bank Kalsel men­ye­rahkan bantuan CSR Program Ke­tahanan Pangan dan Peng­elo­laan Sampah Organik melalui Budidaya Ikan Lele kepda Pusat Daur Ulang (PDU) skala RT, Bank Sampah “Bahe’mart”, di Komplek Herlina Perkasa, Ke­lurahan Sungai Andai, Ban­jar­ma­sin Utara, Rabu (16/9).

Penyerahan bantuan tersebut di­ha­diri langsung oleh Walikota Ban­jarmasin, Muhammad Yamin dan Direktur Utama Bank Kal­sel, Fachrudin. Ke­ha­dir­an pa­ra pimpinan ini disambut ha­ngat oleh Pengurus Bank Sam­pah “Bahe’mart” yang di­ke­tuai oleh Ibu Istiqomah ber­sa­ma Ardiansyah, beserta warga se­­tem­pat.

Sinergi ini menjadi bukti ko­la­borasi nyata antara Bank Ka­l­sel, Pemerintah Kota Ban­jar­ma­sin, dan penggerak lingkungan da­lam menciptakan kawasan pe­mu­kiman yang mandiri dan ber­wa­wasan ling­kungan.

Dukungan ini merupakan ke­b­erlanjutan dari kolaborasi su­kses sebelumnya. Pada program awal, Bank Kalsel telah men­ya­lur­kan 20 unit Tempat Sampah Se­de­kah Botol Plastik yang ter­sebar di 13 titik strategis Kota Ban­jrmasin-meliputi 7 titik di lem­­baga pendidikan, 3 titik di mas­jid, 1 titik di kantor pe­me­rin­tahan, serta 2 titik di ling­kungan RT.

Dalam kurun waktu 7 bulan, prog­ram tersebut berhasil me­ng­um­pulkan 2.380 kg sampah bo­tol plastik, di mana hasil pen­ju­a­lannya dimanfaatkan kembali untuk pembuatan komposter pengurai sampah organik.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bah­wa integrasi antara peng­e­lo­laan sampah organik dan bu­di­da­ya ikan lel ini diharapkan mam­pu memberikan dampak eko­nomi sirkular yang nyata ba­gi warga setempat.

“Kami sangat mengapresiasi de­dikasi Ibu Istiqomah, Bapak Ardiansyah, beserta seluruh pe­ng­urus Bank Sampah ‘Bahe’mart’ yang konsisten sejak ber­diri tahun 2019 dalam men­g­e­lola sampah rumah tang­ga. Me­lalui bantuan budidaya ikan lele ya­ng terintegrasi dengan pe­ng­e­lo­laan sampah organik ini, kami ing­in memastikan bahwa prog­ram CSR Bank Kalsel tidak han­ya berdamak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mem­per­kuat ketahanan pangan warga se­cara mandiri,”ujar Fachrudin.

Sementara itu, Walikota Ban­jar­masin, Muhammad Yamin, menyampaikan apresiasi se­ti­ng­gi­-tingginya atas kontribusi dan kepedulian Bank Kalsel terhadap mas­yarakat melalui program CSR ter­sebut. “Bagi Pemerintah Kota Ban­jarmasin, program seperti ini sa­ngat berarti karena menyentuh ke­butuhan masyarakat secara lang­sung. Komposter sampah me­­merikan solusi untuk meng­u­ra­ngi sampah dari sumbernya, se­ka­ligus mengubah sampah or­ganik menjadi sesuatu yang ber­manfaat.

Hal ini sejalan dengan upaya ki­ta bersama untuk mendorong mas­yarakat agar memulai ke­bi­a­sa­an memilah dan mengelola sam­pah dari sumber, sementara bu­didaya ikan lele dapat menjadi ke­giatan produktif yang mem­ba­wa manfaat ekonomi bagi mas­y­arakat,” tutur Muhammad Yamin.

Walikota juga menekankan pen­tingnya keberlanjutan fasilitas yang telh diserahkan. “Pe­res­mi­an hari ini bukanlah akhir dari se­buah program, yang paling pe­n­ting adalah bagaimana fas­i­li­tas yang sudah diberikan ini dapat dimanfaatkan, dijaga, dan di­kelola dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Saya berharap ko­laborasi antara pemerintah, du­nia usaha, dan masyarakat se­per­ti ini dapat terus ditingkatkan un­tuk menyelesaikan berbagai per­soalan perkotaan,” tam­bah­nya.

Melalui program CSR ter­pa­du ini, Bank Kalsel ters mem­buk­tikan peran aktifnya sebagai mi­tra pembangunan daerah yang ber­fokus pada kesejahteraan so­sial, keberlanjutan lingkungan, ser­ta kemandirian ekonomi mas­ya­rakat. adv/rds