BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mempersiapkan langkah strategis untuk penanganan pasokan air bersih di saat kemarau seperti yang terjadi saat ini.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar di Banjarmasin, Minggu, menyampaikan, pasokan air bersih menjadi persoalan akibat kemarau cukup panjang tahun ini.
Diungkapkan dia, kondisi air baku yang sumbernya bertumpu pada Sungai Martapura mengalami intrusi atau masuknya air laut di atas ambang batas tidak bisa diolah menjadi air bersih, sebab mengandung kadar garam mencapai 8.000 miligram per liter.
“Masuknya air laut ke wilayah intake atau pengambilan air baku ini berdampak pada menurunnya distribusi air bersih hingga 40–60 persen di sejumlah wilayah pelayanan,” ungkap Ichrom.
Karenanya, ujar dia, Pemko Banjarmasin bersama PT Air Minum Bandarmasih, BUMD milik pemerintah daerah melakukan audiensi di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan pasokan air bersih yang kembali terjadi setiap musim kemarau.
“Saya mewakili pak walikota beserta Dirut PT AM Bandarmasih telah melaksanakan audiensi itu di Direktorat Jendral Sumber Daya Air Jakarta Selatan,” ujarnya.
Pada audiensi yang berlangsung Jumat (11/9) tersebut, Ichrom Muftezar mewakili Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR, didampingi Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi, SKom MM, Direktur Umum Dan Pemasaran Hj Yulia Riana Sari SSos.
Menurut Ichrom, Pemko Banjarmasin dan PT AM Bandarmasih sangat mengharap dukungan pemerintah pusat untuk langkah ke depan pengamanan kebutuhan air bersih ini bagi masyarakat di musim kemarau.
Salah satu rencana yang dibahas dalam langkah strategis itu, ungkap Ichrom, yakni pembangunan jaringan pipa berdiameter 1.200 milimeter sepanjang kurang lebih 9,3 kilometer dari kawasan Sungai Tabuk menuju sistem intake PT AM Bandarmasih.
“Sumber air yang berada lebih ke hulu diharapkan dapat mengurangi pengaruh air laut sekaligus memperkuat ketersediaan air baku Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Untuk sementara ini, kata dia, untuk menjaga kebutuhan masyarakat, PT AM Bandarmasih telah melakukan langkah penanganan sementara melalui distribusi air menggunakan mobil tangki serta pemasangan 27 tandon berkapasitas 3.000 liter.
Di sisi lain, Pemko Banjarmasin mendorong agar persoalan ini tidak sekadar ditangani saat krisis, tetapi disiapkan solusi jangka panjang.
Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah nyata agar persoalan krisis air tidak kembali berulang setiap musim kemarau.
Mohon doa kepada seluruh masyarakat Kota Banjarmasin agar usulan yang disampaikan oleh Wali Kota Banjarmasin dapat disetujui oleh Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. ant/ril/via
