BANJARMASIN – Helikopter HR 36012 Dauphin milik basarnas berhasil mengevakuasi satu korban selamat berjenis kelamin perempuan dalam operasi SAR kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada hari kedua pencarian, Senin (14/9).

Humas Basarnas Banjarmasin Singgih mengatakan, korban diketahui bernama Mia Melinda (28), perempuan asal Kendal, yang berhasil di evakuasi menggunakan helikopter HR 36012 Dauphin milik basarnas.

“Helikopter basarnas mengevakuasi korban selamat tersebut dan mendarat di Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru sekitar pukul 14.15 Wita,” ujarnya.

Setelah tiba di Lanud Syamsudin Noor, lanjut dia, korban kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Hingga Senin (14/9) pukul 15.30 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 115 korban telah ditemukan yang terdiri atas 109 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 128 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.

Dari 115 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 korban sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, yang terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban dalam keadaan meninggal dunia, satu korban tiba di Lanud Syamsudin Noor, serta 28 korban lainnya masih proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.

Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang memimpin langsung komando evakuasi menyampaikan perkembangan pencarian dalam keterangan resmi di posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

“Kami terus melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan secara optimal. Selama dua hari operasi, armada lengkap dikerahkan dalam operasi pencarian, dan kini disesuaikan dari semula delapan sektor menjadi enam sektor untuk lebih memfokuskan kekuatan. Berbagai aset telah dikerahkan ke lokasi,” katanya.

Ia menyebutkan, berbagai aset tersebut, antara lain KN SAR Laksamana 241, tiga KRI, KRI NAL 363, KRI PFN 731, KRI Canupos 936, KAL Kumai, serta kapal SAR dan unsur pendukung lainnya, seperti helikopter dan pesawat udara dari TNI-Polri serta BNPB.

“Sebanyak 655 personel dari basarnas, TNI-Polri, instansi pemerintah, relawan, dan potensi SAR lainnya terlibat penuh dalam operasi ini. Fokus utama kami adalah menemukan dan menyelamatkan korban yang masih dalam pencarian, dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel yang bertugas,” ucapnya. sam/yos