MARTAPURA – Bupati Banjar, H Saidi Mansyur turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Jumat (4/9) sore.
Dalam pantauan tersebut, Saidi didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Agus Siswanto serta unsur terkait lainnya.
Lahan yang terbakar berada di belakang permukiman warga dan sebagian kawasan tersebut terdapat pemakaman dan ditumbuhi semak belukar, galam, serta pohon akasia, sehingga api berpotensi kembali muncul meski sebelumnya telah berhasil dipadamkan.
Salah seorang warga, Alfani (46) menceritakan kepada bupati bahwa kebakaran telah terjadi di kawasan tersebut sejak tiga hari sebelumnya. Meski sempat dipadamkan warga bersama tim gabungan, api kembali menyala dan mengeluarkan asap.
“Susah dipadamkan, kalaupun sudah padam, tapi asap muncul lagi, terbakar lagi. Tidurnya jadi tidak enak, karena was-was kalau malam nyala lagi, karena lokasi berada di belakang rumah,” ujarnya.
Di lokasi, tim gabungan berhasil mengendalikan api yang membakar semak belukar hingga pepohonan. Saidi juga turut melakukan pembasahan pada lahan yang masih mengeluarkan asap, untuk memastikan tidak ada bara yag kembali memicu kebakaran.
Petugas bahkan harus menyambung selang untuk menjangkau titik asap yang jauh, dan sekitar akar pepohonan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sumber api di dalam tanah benar-benar padam.
Saidi mengapresiasi kerja tim gabungan bersama masyarakat, yang bergotong royong menangani karhutla. Ia memastikan pemantauan dan penanganan akan terus dilakukan, terutama pada titik api yang berada di sekitar permukiman warga.
“Kita sudah melakukan pemadaman di daerah sana, dan ternyata kita kembali ke sini. Warga minta tolong untuk dilakukan pemadaman atau pembasahan di daerah berikutnya,” ujar Saidi.
Menurutnya, penanganan karhutla di kawasan tersebut memiliki tantangan tersendiri, karena kondisi lahan dan api yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut berbeda dengan kebakaran yang terjadi di lahan terbuka.
Saidi menegaskan, pemerintah daerah bersama petugas akan terus memantau kondisi di lapangan, hingga titik api benar-benar terkendali. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah asap kembali muncul dan mengganggu warga yang tinggal di sekitar lokasi.
“Ini juga akan kita pantau terus sampai nantinya asap tidak ada lagi terlihat di titik api yang ada di sekitar permukiman warga ini,” kata Saidi.
Meski api telah berhasil dipadamkan menjelang Magrib, tim gabungan tetap disiagakan di desa tersebut untuk melakukan pemantauan dari malam hingga keesokan harinya. ril/dio/ani
