BANJARMASIN — Jelang usia ke 500 tahun Kota Banjarmasin, Pemko Banjarmasin menggelar event tahunan atau tradisi Baayun Maulid, di Mesjid Sultan Suriansyah, Minggu (6/9).
Tradisi Baayun Maulid merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Banjar yang turun-temurun. Dalam prosesi tersebut, anak ditempatkan di dalam ayunan dan diayun oleh orang tua atau keluarga, sembari diiringi pembacaan Al-Quran, salawat, dan doa.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda mengatakan Baayun Maulid tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum menuju Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
“Alhamdulillah hari ini perayaan Baayun Maulid bertepatan di bulan kita akan memperingati 500 tahun Kota Banjarmasin. Harapannya ke depan Masjid Sultan Suriansyah ini menjadi ikon, bukan hanya ikon Banjarmasin, tetapi ikon Kalimantan Selatan, Kalimantan bahkan Indonesia,” ucapnya.
Ia menilai, keberadaan Masjid Sultan Suriansyah menjadi salah satu tonggak sejarah penting karena merupakan bagian dari sejarah awal Kota Banjarmasin, khususnya dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut.
“Kita berharap juga Baayun Maulid ini menjadi kalender event, bukan hanya Kota Banjarmasin, tapi mudah-mudahan menjadi kalender event Indonesia,” katanya.
Menurutnya, Pemko Banjarmasin akan berupaya melakukan peningkatan sarana pendukung di kawasan masjid, termasuk fasilitas toilet dan tempat wudhu.
“Insyaallah akan dianggarkan, paling lambat tahun depan insyaallah penambahan tempat wudhu, WC dan kamar mandi,” jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil menjelaskan, jumlah 500 peserta ditetapkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin.
“Untuk Baayun Maulid tahun ini diikuti oleh 500 peserta. Jadi 500 peserta yang disiapkan slot oleh kepanitiaan Masjid Sultan Suriansyah. Kebetulan juga di ulang tahun Kota Banjarmasin di bulan September, dan 500 itu bagian daripada 500 tahun Kota Banjarmasin,” terangnya.
Peserta merupakan warga Kota Banjarmasin yang ditentukan berdasarkan hasil koordinasi dan rapat kepanitiaan bersama pihak kecamatan serta unsur terkait lainnya. ” Ada peserta tertua usia 88 tahun yakni Hj Galuh dan termuda baru berusia 15 hari yakni Alluna Calista Maharani,” katanya. via
