BANJARMASIN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis di bidang penanggulangan bencana. Saat ini PMI dihadapkan pada kabut asap dampak potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta persoalan ketersediaan air karena kemarau panjang.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Banjarmasin, Endani Kastien mengatakan sudah menyiapkan langkah-langkah kerja yang harus segera dijalankan bidangnya. Hal itu juga menindaklanjuti arahan PMI Provinsi terkait penguatan peran PMI dalam penanggulangan bencana.

Menurutnya, peran pemerintah dan PMI dalam kegiatan kepalangmerahan telah memiliki dasar hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2021.

“Sekarang saya dipercaya sebagai Ketua Bidang Penanggulangan Bencana. Otomatis banyak agenda kerja keras yang harus kami jalankan di sini, terlebi saat ini kita menghadapi dampak dari kahutla,” kata Endani, Rabu (2/9).

Ia menyebut, sedikitnya terdapat tiga agenda yang akan menjadi prioritas awal. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan air, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun untuk mendukung penanganan kebakaran.

“Pertama terkait masalah air bersih dan air untuk pemadaman karhutla tadi, sesuai instruksi dari provinsi,” kata Endani yang juga menjabat Dirut Perumda PALD Banjarmasin.

Menurutnya, persoalan air menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana, terlebih di tengah kondisi musim kering yang dapat meningkatkan risiko karhutla. “Untuk itu sudah ada tangki air serta koordinaai dengan PAM sehingga dapat membantu penyediaan air pada pemadaman kahutla serta pengiriman air untuk kebutuhan harian relawan dan warga terdampak,” jelasnya.

Pihaknya juga menyiapkan bupper stok untuk kesiapan konsumsi bagj relawan dan korban terdampak, serta menyiapkan rumah siaga bencana untuk menampung sementara korban bencana nantinya.

PMI juga akan memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kondisi darurat. via