MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 hijriyah berlangsung di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura, Kamis (27/8),

Peringatan maulid itu dihadiri Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, Sekda Banjar H Yudi Andrea, Ketua TP PKK Banjar, Hj Nurgita Tiyas, para asisten, staf ahli, kepala SKPD, direktur perusahaan daerah, kepala bagian serta jajaran staf di lingkungan Pemkab Banjar.

Bupati Banjar, H Saidi Mansyur mengajak seluruh pimpinan dan aparatur sipil negara (ASN) yang hadir untuk fokus mengikuti rangkaian majelis serta mengambil hikmah dari peringatan Maulid.

“Di sini adem dan tenang dan kita fokus mendengarkan syair Maulid, fokus dengan majelis ini. Mudah-mudahan pimpinan dan kita semua yang hadir mendapatkan manfaat dan keberkahan dari majelis yang kita hadiri pada hari ini,” ujar Saidi.

Menurutnya, momentum Maulid Nabi tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, melainkan juga diharapkan mampu menambah semangat ASN dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Saidi mengaitkan keteladanan Rasulullah Saw dengan tema Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar, yakni Banjar Ditata, Banjar Dijaga.

Saidi menjelaskan, makna Banjar Ditata tidak sebatas pembenahan administrasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup penataan perilaku aparatur dalam menjalankan tugas.

“Transformasi birokrasi yang sudah kita jalankan, salah satunya Banjar Ditata, tentu bukan hanya merapikan administrasi dan mempercantik infrastruktur kota, tetapi kita juga harus menata perilaku kita dalam melaksanakan tugas, khususnya melayani masyarakat lebih cepat, efisien dan juga lebih manusiawi,” katanya.

Sementara Banjar dijaga, sebut Saidi, berkaitan dengan upaya menjaga keharmonisan dan kerukunan, sebagaimana keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia meminta seluruh ASN menghilangkan ego sektoral dan bersama-sama menjaga marwah daerah. “Kita harus menjaga keharmonisan, saling memberikan dukungan, saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Saidi juga memberikan arahan mengenai penggunaan media sosial bagi ASN dan meminta media sosial dimanfaatkan secara bijak, terutama untuk mendukung kepentingan pelayanan publik.

“Media sosial sangat terbuka. Hati-hati para pegawai ASN. Kalau hendak live, khusus pelayanan saja. Kalau live-live saja, cuma berbincang atau ngobrol tidak jelas, tidak usah dilakukan,” kata Saidi menegaskan.

Selain itu, Saidi menginstruksikan seluruh SKPD meluangkan waktu satu jam setiap Jumat untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitar kantor.

Terkait kondisi kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Saidi menyampaikan, Pemkab Banjar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya telah melaksanakan Shalat Istisqa. Pemantauan kondisi kebencanaan juga terus dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kita berharap mudah-mudahan kebencanaan asap akibat karhutla ini segera berakhir, kekeringan ini segera berakhir dan melalui Shalat Istisqa, mudah-mudahan hujan segera turun,” ucap Saidi.

Sementara itu, tausiyah disampaikan Habib Fahmi Ba’abud yang intinya mengajak jemaah untuk mentakzimkan Rasulullah SAW serta menjadikan akhlak dan keteladanan beliau sebagai pedoman dalam bekerja maupun bermasyarakat.

“Walaupun kita menjadi anak buah, jadilah contoh yang baik, tentu terhadap diri kita sendiri, keluarga dan sahabat-sahabat kita. Karena dengan contoh tersebut, itu bersumber daripada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam,” tuturnya.

Habib Fahmi juga mengingatkan, keutamaan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sebagai bagian dari ikhtiar mencari rida Allah SWT. Selain itu, ia mengajak umat memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad Saw.

“Bershalawat satu kali mendapatkan 10 kebaikan. Jadi umat Nabi Muhammad SAW umurnya pendek-pendek tapi bisa memiliki pahala yang besar,” ujarnya.

Peringatan Maulid kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Habib Fahmi Ba’abud. ril/dio/ani