JAKARTA – Menteri Per­da­ga­ng­an (Mendag) Budi Santoso ing­in menjaga harga daging ayam ras di tingkat ideal sekitar Rp 40 ibu per kilogram agar peternak te­tap berproduksi dan konsumen mem­peroleh harga yang terj­a­ng­kau.

Budi menyebut harga rata-ra­ta daging ayam ras secara na­si­o­nal mencapai sekitar Rp 41 ribu per kilogram per 26 Agustus 2026. Pemerintah menilai harga ter­sebut perlu dikendalikan agar ti­dak kembali melonjak maupun ja­tuh terlalu rendah.

“Termasuk ayam, ayam se­ka­rang Rp 41 ribu. Idealnya nanti ki­ta komuniasikan dengan teman biar menjadi Rp 40 ribu mak­si­mal,” kata Budi dalam konferensi pers Kick Off Road to Hari Be­lanja Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan.

Budi mengatakan harga da­ging ayam sebelumnya sempat an­jlok hingga berada jauh di ba­wah harga acuan. Kondisi ter­sebut membuat peternak kesulitan me­nutup biaya produksi karena harga pakan dan biaya ope­ra­si­onal tetap harus dibayar.

Budi menilai harga acuan me­ru­pakan hasil kesepakatan antara pro­dusen dan pembeli yang mem­perhitungkan biaya pro­duksi. Pemerintah menetapkan harga tersebut agar produsen tetap memperoleh ruang untuk beru­sa­ha tanpa membebani konsu­men dengan harga yang terlalu tinggi.

“Jadi harga itu sudah di­hi­tung biaya produksinya berapa. Ke­mudian biaya yang lainnya dengan ketentuan atau dengan kesepakatan itu. Pertama pro­du­sen tidak akan rugi, artinya bisa ja­lan, dan konsumen juga tidak di­kenakan yang tinggi,” ujar Budi.

Budi mengatakan pemerintah akan menjaga harga daging ayam agar tetap berada di sekitar harga acu­an melalui pengawasan pen­ye­rapan dan distribusi. Pe­me­rin­tah juga memastikan Satuan Pe­la­yanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli ayam sesuai har­ga acuan yang berlaku.

Menurut Budi, mekanisme pe­n­yerapan tersebut dapat mem­bantu mempercepat stabilisasi harga ayam. Pemerintah men­ca­tat harga ayam telah kembali ber­ge­rak menuju tingkat yang lebih sta­bil setelah sebelumnya meng­a­lami penurunan tajam.

“Makanya kemarin untuk ayam itu cepat naiknya. Artinya men­jadi stabilnya itu cepat.Tapi kita pengennya stabil, kita tidak pe­ngen ayam itu nanti di atas har­ga acuan,” kata Budi. lp6/mb06