BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin membidik Rekor MURI melalui lomba Bapandung antarpelajar dalam rangka memeriahkan HUT ke-500 Kota Banjarmasin.

Lomba tersebut digelar dengan melibatkan pelajar dari tiga gugus sekolah. Pada tahap awal, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai sekitar 1.200 pelajar.

Kegiatan itu sekaligus telah dicatat oleh tim Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Sekadar diketahui, Bapandung adalah seni teater tutur tradisi berbentuk monolog khas suku Banjar di Kalimantan Selatan, yang berarti meniru tingkah laku manusia atau hewan.

Kepala Dinas Pendidikan ( Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan, proses verifikasi sejak Maret hingga babak final berjalan lancar sehingga Bapandung antarpelajar dengan peserta terbanyak dapat tercatat sebagai rekor MURI.

“Antuas peserta sangat tinggi, target kami hanya 1.000 peserta namun ternyata mencapai 1.200 peserta. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kado untuk Kota Banjarmasin dari pihak pendidikan, yakni pencatatan Rekor MURI lomba Bapandung antarpelajar dengan peserta terbanyak,” ujar Ryan Utama, di KBM Zahri Saleh, Sabtu (29/8).

Menurutnya, target rekor bukan satu-satunya tujuan kegiatan. Lomba Bapandung juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali budaya Banjar kepada generasi muda. Apalagi, Bapandung merupakan salah satu tradisi lisan Banjar yang kini semakin jarang dikenal oleh kalangan pelajar.

Karena itu, lanjutnya, pelibatan siswa dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus pelestarian budaya lokal.

“Banyak yang sudah tidak tahu lagi tentang Bapandung. Jadi melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengetahuan dan membina para pelajar agar lebih mengenal budaya Banjar,” katanya.

Disdik berharap lomba tersebut tidak berhenti pada pencapaian rekor, tetapi dapat menumbuhkan kebanggaan pelajar terhadap budaya daerah. Jika berhasil diverifikasi MURI, pencatatan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam perayaan 500 tahun Kota Banjarmasin.

Salah salah peserta Zihan pelajar SMPN 30 Banjarmasin mengaku sangat tertarik dengan seni budaya Bapandung. “Tertarik sejak melihat teman latihan bapandung, dan saya pun yakin ikut latihan hingga mengikuti lomba,” katanya. via