BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong produk industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal menembus pasar retail modern.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas jumlah pelaku IKM-UMKM yang produknya dapat dipajang dan dipasarkan di berbagai gerai retail modern di Kota Banjarmasin.
Walikota Banjarmasin, HM.Yamin mengatakan, sangat mendorong produk IKM atau pelaku usaha mikro menengah dalam memperluas jaringan pemasaran.“Ini penting bagi IKM dan UMKM, tentu bersama para ritel untuk berkolaborasi. Kita ingin produk-produk ini tidak hanya di rumahan saja, tapi juga bisa masuk ke ritel-ritel modern,” ujar Yamin, pada sosialisasi Kemitraan Industri Kecil Menengah dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan ritel modern di Balaikota Banjarmasin, Rabu (26/8).
Ia berharap, produk IKM tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah, tetapi ke depan memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas hingga mancanegara.
Sementara, sekitar 70 pelaku IKM-UMKM yang dibina dan diundang dalam program tersebut, diharapkan seluruhnya dapat memenuhi persyaratan dan masuk ke gerai modern.
“Maunya sebanyak-banyaknya. Dari sekitar 70 IKM-UMKM yang kami undang, kami harapkan semuanya bisa berada di gerai modern,” ujar Kabid Perdagangan Disperdagin Kota Banjarmasin, Faisal Akli.
Menurutnya, menembus pasar retail modern bukan semata-mata persoalan pemasaran. Produk IKM-UMKM juga harus memenuhi sejumlah standar yang ditetapkan masing-masing retail. Pihaknya berharap para IKM bisa melakukan perbaikan kualitas produk mulai dari kemasan, kehalalan, hingga higienitas. Kemasan yang baik dinilai turut membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.
“Memang ada standarnya untuk retail modern. Mulai dari bentuk kemasan, kehalalan, sampai kehigienisan. Citra kemasan itu sangat penting,” katanya.
Produk yang didorong masuk ke retail modern dalam program ini antara lain makanan ringan, makanan atau bumbu olahan, serta produk kosmetik. Persyaratan setiap jaringan retail dapat berbeda, sehingga pelaku usaha perlu menyesuaikan produknya. via
