BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin bersama Wakil Gubernur (Wagub) H Hasnuryadi Sulaiman, Pangdam XXII Tambun Bungai (TB), Mayjen TNI Zainul Arifin menggelar rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalsel.

Rakor yang digelar dalam rangka penanganan dan pencegahan Karhutla di Kalsel tersebut juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di VIP Room Bandara Sjamsudin Noor, di Banjarbaru, Senin (24/8).

Rakor tersebut dipimpin oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel yakni Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus.

Kemudian, Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Danlanud Syamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L P Ambarita, serta Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin.

Pembahasan rakor difokuskan pada langkah strategis menghadapi potensi karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan unsur terkait memperkuat sinergi agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Dalam kesempatan itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin juga melakukan koordinasi secara virtual dengan tim di tingkat pusat. Koordinasi membahas perkembangan situasi karhutla sekaligus langkah penanganan dan antisipasi mencegah karhutla meluas.

Selain kesiapan penanganan saat kebakaran terjadi, rakor turut menekankan pentingnya upaya pencegahan munculnya titik api baru di Kalsel. Pemantauan wilayah rawan, percepatan penyampaian informasi, serta respons terpadu menjadi bagian dari strategi menghadapi ancaman karhutla.

Usai rakor, Gubernur Kalsel bersama jajaran terkait juga melakukan peninjauan lokasi embung yang disiapkan sebagai salah satu sumber pasokan air untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bersama Forkopimda berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi kebakaran sedini mungkin sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan, aktivitas masyarakat dan kualitas udara.

Melalui koordinasi yang semakin terpadu, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta didukung strategi pencegahan yang mampu mengantisipasi munculnya titik api baru. adp/ani