BANJARMASIN – Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin M Faisal Heriyadi mendorong adanya penataan ulang terhadap pasar-pasar yang mulai sepi pengunjung.

“Penataan ini kami nilai penting agar pasar kembali memiliki daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya di Banjarmasin, Sabtu.

Faisal mencontohkan kondisi Pasar Teluk Dalam yang beberapa waktu lalu mengalami kebakaran tidak lama tadi di salah satu bloknya.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk melakukan penataan ulang secara menyeluruh agar pasar yang berada di wilayah Banjarmasin Tengah tersebut kembali memikat pengunjung.

Penataan nantinya tidak hanya menyangkut lokasi atau tempat berjualan, ucap dia, tetapi juga pengelompokan pedagang berdasarkan jenis dagangannya.

“Jadi tidak ada lagi campur aduk, jual A di sana, jual B di situ. Nantinya bisa dibuat pusat kuliner, kemudian penjualan bahan-bahan lainnya dan sebagainya,” jelas Faisal.

Dia berharap konsep penataan tersebut juga dapat diterapkan pada sejumlah pasar lainnya di Kota Banjarmasin, seperti Pasar Lima, Pasar Harum Manis, Pasar Sudi Mampir, Ujung Murung dan pasar lainnya.

“Kita bisa lihat kondisinya sekarang pasar-pasar itu mulai sepi pengunjung, ini berpengaruh pada perputaran roda ekonomi daerah,” paparnya.

Dengan penataan dan perbaikan yang lebih terarah dan kreatif, DPRD berharap keberadaan pasar tradisional tetap mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.

Faisal menambahkan, pemerintah kota juga perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengelola dan mengembangkan pasar, termasuk melakukan pembinaan terhadap pasar-pasar yang mulai kehilangan peminat.

Langkah tersebut dinilai penting agar pengelolaan aset pasar tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga mampu meningkatkan fungsi ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat.

Foto: