BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memperkuat kemitraan dengan insan yang bergerak di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui peningkatan wawasan dan literasi digital.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan, momentum peringatan Hari UMKM Nasional 2026 ini, pemerintahannya berkomitmen terus memperkuat kemitraan dengan insan UMKM dengan berbagai kebijakan strategis.
“Kita terus membuka peluang kolaborasi, seperti hari ini digelar kegiatan temu kemitraan dengan insan UMKM, bertujuan meningkatkan wawasan dan literasi digital untuk kemajuan mereka,” ujarnya.
Yamin menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah.
Menurut dia, kemajuan UMKM tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Untuk itu, dengan memajukan UMKM berarti kita juga turut memperkuat fondasi perekonomian masyarakat,” ujar Yamin.
Ia mengakui, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses pasar, pembiayaan, kemampuan manajerial, digitalisasi, hingga keterhubungan dengan rantai pasok dan jaringan usaha yang lebih besar.
Karena itu, menurut Yamin, UMKM membutuhkan ekosistem usaha yang mampu memberikan kemudahan dan membuka peluang untuk berkembang. Salah satunya melalui temu kemitraan yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra usaha.
Yamin juga mengingatkan bahwa kemitraan merupakan hubungan dua arah. Pemerintah dan para mitra membuka peluang, sementara pelaku UMKM harus meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usahanya.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Machli Riyadi menyebutkan, jumlah UMKM di Kota Banjarmasin yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) mencapai 59.193 unit.
Menurut dia, momentum Hari UMKM Nasional menjadi bentuk perhatian dan keseriusan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mendorong puluhan ribu UMKM tersebut agar mampu berkembang dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan keluarga.
“Kita ingin meng-upgrade pengetahuan dan keterampilan bagaimana UMKM itu bisa naik kelas. Tidak hanya sekadar naik kelas, tentu kita ingin mendorong UMKM itu bisa maju dan menyejahterakan keluarganya,” katanya.
Melalui kegiatan temu kemitraan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh akses terhadap pasar, permodalan, teknologi, dan jaringan usaha.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan menjadi penggerak bagi UMKM Banjarmasin untuk tumbuh, berinovasi, dan menuju UMKM yang maju serta sejahtera. ant
