BANJARMASIN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin menjalin kemitraan dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta untuk pengembangan inovasi pembuatan kain Sasirangan, khususnya dengan pewarna alami.
Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Neli Lestriani saat di konfirmasi di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, kemitraan yang dilaksanakan dengan menggelar pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengrajin Sasirangan Kota Banjarmasin.
“Kita bawa beberapa pengrajin kain Sasirangan untuk dilatih di sini (BBSPJIKB) Yogyakarta dari 10-14 Agustus 2026,” ucapnya.
Neli yang didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ignasius R.P. Salan, serta Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Fitriah menyampaikan terimakasih atas sambutan langsung Kepala BBSPJIKB Yogyakarta Zya Labiba.
Neli mengapresiasi dukungan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta yang menjadi mitra dalam peningkatan kapasitas pengrajin Sasirangan.
Menurutnya, pelatihan tersebut memiliki arti penting karena dilaksanakan dalam momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tahun 2026 ini.
“Pelaksanaan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan lima abad Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Dia menilai penggunaan pewarna alam menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan kain Sasirangan atau kain batik khas Banjar, karena menawarkan karakter warna yang unik sekaligus mendukung aspek lingkungan, kesehatan perajin, dan keberlanjutan industri kreatif.
“Sasirangan adalah identitas, kebanggaan, sekaligus warisan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan ekonomi yang sangat tinggi. Sebagai warisan budaya, Sasirangan harus terus bertransformasi melalui inovasi tanpa kehilangan jati dirinya,” katanya.
Tapi tentunya, Kota Yogyakarta memiliki keistimewaan tersendiri dan sudah mendunia produksi batiknya, hingga wajar digali ilmunya untuk kemajuan batik khas Banjar, Sasirangan.
“Kita ingin Sasirangan bisa mendunia seperti batik khas Yogyakarta ini,” ujarnya. ant
